Indonesia Kirim TNI Gabung ISF ke Gaza, Pengamat Ingatkan Risiko Besar
Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, lanjut Anton, dengan hadir dalam KTT BoP, Presiden Prabowo memiliki ruang untuk bernegosiasi secara langsung terkait limitasi pelibatan TNI dalam ISF. Improvisasi misi TNI dalam ISF hanya akan dapat dilaksanakan apabila Indonesia terlibat dalam pembuatan dan penyiapan aturan main perihal ISF sejak awal. "Dan ini menjadi penting guna memitigasi potensi TNI di-fait accompli saat menjalankan tugas di Gaza. Apalagi, sejauh ini, belum banyak negara yang menyatakan kesiapan mengirimkan pasukan militer ke misi ISF."
Baca Juga: Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza, DPR: Kehati-hatian Harus Jadi Prinsip Utama
Anton mengingatkan, pelibatan TNI dalam ISF memiliki risiko besar. Terlebih, penempatan lokasi tugas TNI di Gaza juga memiliki nilai politis yang besar.
"Di satu sisi, TNI dapat saja dituduh berpihak pada Israel apabila bertugas di 'wilayah zona hijau', di mana tentara IDF menduduki wilayah itu secara efektif. Di sisi lain, TNI juga dapat dituduh berpihak pada Hamas, ketika bertugas di 'wilayah zona merah', di mana perlawanan Hamas cukup kuat," ujarnya.
Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) ini menekankan, keterlibatan TNI dalam ISF juga tidak sama seperti misi pasukan perdamaian yang telah dilakukan. Selama ini, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian selalu di bawah bendera PBB.
Anton menambahkan, mengingat ISF tidak mendapat mandat dari PBB dan misi yang dijalankan juga mempunyai perbedaan dengan yang selama ini dijalankan, tentunya keterlibatan ini akan membawa eksposur dan pengalaman baru bagi prajurit TNI, mulai dari pelatihan sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan tugas di Gaza.
Baca Juga: Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza, DPR: Kehati-hatian Harus Jadi Prinsip Utama
Anton mengingatkan, pelibatan TNI dalam ISF memiliki risiko besar. Terlebih, penempatan lokasi tugas TNI di Gaza juga memiliki nilai politis yang besar.
"Di satu sisi, TNI dapat saja dituduh berpihak pada Israel apabila bertugas di 'wilayah zona hijau', di mana tentara IDF menduduki wilayah itu secara efektif. Di sisi lain, TNI juga dapat dituduh berpihak pada Hamas, ketika bertugas di 'wilayah zona merah', di mana perlawanan Hamas cukup kuat," ujarnya.
Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) ini menekankan, keterlibatan TNI dalam ISF juga tidak sama seperti misi pasukan perdamaian yang telah dilakukan. Selama ini, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian selalu di bawah bendera PBB.
Anton menambahkan, mengingat ISF tidak mendapat mandat dari PBB dan misi yang dijalankan juga mempunyai perbedaan dengan yang selama ini dijalankan, tentunya keterlibatan ini akan membawa eksposur dan pengalaman baru bagi prajurit TNI, mulai dari pelatihan sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan tugas di Gaza.
Lihat Juga :