Indonesia Kirim TNI Gabung ISF ke Gaza, Pengamat Ingatkan Risiko Besar
Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh karena itu, memastikan TNI tidak terlibat dalam proses demiliterisasi menjadi kunci. Keberpihakan Indonesia seyogianya tetap harus dijaga pada pemberian bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang ada di Gaza."
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah Indonesia berencana akan mengirimkan kurang lebih 8 ribu personel TNI menjadi pasukan perdamaian di Gaza, Palestina. "Belum, sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8 ribu," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo mengatakan bahwa saat ini masih bersifat penyiapan pasukan jika sewaktu-waktu dicapai kesepakatan untuk dilakukan pengiriman pasukan. Dirinya juga memastikan belum ada titik di mana pasukan perdamaian akan ditempatkan.
"Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen Itu akan kita lakukan," ujarnya.
Prasetyo menegaskan komitmen Indonesia yang akan terus membantu perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan. "Yang kedua, bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza, makanya kemudian kita, Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain, memutuskan untuk bergabung di Board of Peace tersebut setidaknya kita berharap akan mengurangi mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah Indonesia berencana akan mengirimkan kurang lebih 8 ribu personel TNI menjadi pasukan perdamaian di Gaza, Palestina. "Belum, sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8 ribu," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo mengatakan bahwa saat ini masih bersifat penyiapan pasukan jika sewaktu-waktu dicapai kesepakatan untuk dilakukan pengiriman pasukan. Dirinya juga memastikan belum ada titik di mana pasukan perdamaian akan ditempatkan.
"Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen Itu akan kita lakukan," ujarnya.
Prasetyo menegaskan komitmen Indonesia yang akan terus membantu perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan. "Yang kedua, bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza, makanya kemudian kita, Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain, memutuskan untuk bergabung di Board of Peace tersebut setidaknya kita berharap akan mengurangi mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :