Maksimalkan Potensi Pariwisata Indonesia, IPTI di Jaktim Cetak SDM Berkualitas
Rabu, 11 Februari 2026 - 15:34 WIB
loading...
Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) resmi menggelar grand opening di Gedung Auditorium IPTI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) resmi menggelar grand opening di Gedung Auditorium IPTI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026). Acara ini menandai penguatan eksistensi IPTI sebagai institusi pendidikan tinggi yang dirancang menjawab kebutuhan pengembangan SDM pariwisata Indonesia di tengah pertumbuhan industri pariwisata nasional dan global.
IPTI berada di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, yayasan pendidikan yang telah lebih dari 40 tahun berkiprah dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Yayasan ini dikenal sebagai pengelola Universitas Mercu Buana yang telah melahirkan lulusan-lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor strategis baik di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Pengembangan SDM Pariwisata
Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, IPTI hadir dengan visi menjadi institusi pariwisata yang diakui secara internasional, berlandaskan kearifan lokal, pendekatan interdisipliner, keberlanjutan, serta kebermanfaatan global.
Visi ini diterjemahkan ke dalam misi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara seimbang dan kolaboratif di seluruh level institusi.
Rektor IPTI Ariani Kusumo Wardhani mengatakan, pariwisata dipahami IPTI sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar satu bidang keilmuan. “Pariwisata hari ini tidak berdiri sendiri. Dia berkaitan erat dengan bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, dan kreativitas. Karena itu, IPTI mengembangkan pendekatan interdisipliner melalui program studi pariwisata dan hospitality yang diperkuat oleh disiplin lain seperti Bisnis Digital dan Public Relations agar lulusan memiliki cara pandang yang utuh dan relevan dengan realitas industri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari internasionalisasi, IPTI menerapkan bahasa Inggris berbasis Cambridge dalam proses pembelajaran sekaligus mewajibkan mahasiswa memperoleh sertifikasi bahasa Inggris internasional Cambridge sebagai syarat magang industri dan kelulusan.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan lulusan IPTI memiliki kompetensi komunikasi global yang terukur dan diakui secara internasional, tanpa mengabaikan identitas budaya lokal.
Ketua Yayasan Menara Bhakti Nurani Pujiastuti menuturkan pendirian IPTI merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, berkarakter, dan berkelanjutan.
“Pariwisata dan hospitality adalah wajah bangsa. IPTI kami rancang untuk melahirkan SDM yang tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga beretika, adaptif, dan mampu membawa nilai-nilai lokal Indonesia ke panggung global,” ungkapnya.
Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui integrasi aspek sosial, budaya, dan lingkungan dalam kurikulum, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan Grand Opening IPTI meliputi pembukaan, inspirational talkshow, penyerahan plakat kemitraan strategis, peluncuran institusi, tur kampus, hingga peresmian fasilitas pembelajaran berbasis praktik yang dirancang mengikuti standar industri internasional.
Kehadiran mitra industri, asosiasi profesi, akademisi, serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah mencerminkan dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan pariwisata kolaboratif sekaligus berorientasi masa depan.
Melalui peluncuran ini, IPTI menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan pariwisata yang berstandar internasional, berakar pada local wisdom, bersifat interdisipliner, berorientasi pada keberlanjutan, dan memberi manfaat global dalam pengembangan SDM pariwisata Indonesia.
IPTI berada di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, yayasan pendidikan yang telah lebih dari 40 tahun berkiprah dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Yayasan ini dikenal sebagai pengelola Universitas Mercu Buana yang telah melahirkan lulusan-lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor strategis baik di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Pengembangan SDM Pariwisata
Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, IPTI hadir dengan visi menjadi institusi pariwisata yang diakui secara internasional, berlandaskan kearifan lokal, pendekatan interdisipliner, keberlanjutan, serta kebermanfaatan global.
Visi ini diterjemahkan ke dalam misi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara seimbang dan kolaboratif di seluruh level institusi.
Rektor IPTI Ariani Kusumo Wardhani mengatakan, pariwisata dipahami IPTI sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar satu bidang keilmuan. “Pariwisata hari ini tidak berdiri sendiri. Dia berkaitan erat dengan bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, dan kreativitas. Karena itu, IPTI mengembangkan pendekatan interdisipliner melalui program studi pariwisata dan hospitality yang diperkuat oleh disiplin lain seperti Bisnis Digital dan Public Relations agar lulusan memiliki cara pandang yang utuh dan relevan dengan realitas industri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari internasionalisasi, IPTI menerapkan bahasa Inggris berbasis Cambridge dalam proses pembelajaran sekaligus mewajibkan mahasiswa memperoleh sertifikasi bahasa Inggris internasional Cambridge sebagai syarat magang industri dan kelulusan.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan lulusan IPTI memiliki kompetensi komunikasi global yang terukur dan diakui secara internasional, tanpa mengabaikan identitas budaya lokal.
Ketua Yayasan Menara Bhakti Nurani Pujiastuti menuturkan pendirian IPTI merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, berkarakter, dan berkelanjutan.
“Pariwisata dan hospitality adalah wajah bangsa. IPTI kami rancang untuk melahirkan SDM yang tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga beretika, adaptif, dan mampu membawa nilai-nilai lokal Indonesia ke panggung global,” ungkapnya.
Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui integrasi aspek sosial, budaya, dan lingkungan dalam kurikulum, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan Grand Opening IPTI meliputi pembukaan, inspirational talkshow, penyerahan plakat kemitraan strategis, peluncuran institusi, tur kampus, hingga peresmian fasilitas pembelajaran berbasis praktik yang dirancang mengikuti standar industri internasional.
Kehadiran mitra industri, asosiasi profesi, akademisi, serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah mencerminkan dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan pariwisata kolaboratif sekaligus berorientasi masa depan.
Melalui peluncuran ini, IPTI menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan pariwisata yang berstandar internasional, berakar pada local wisdom, bersifat interdisipliner, berorientasi pada keberlanjutan, dan memberi manfaat global dalam pengembangan SDM pariwisata Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :