Tampil di YFS 2026 Jenewa, Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis

Minggu, 08 Februari 2026 - 19:13 WIB
loading...
Tampil di YFS 2026 Jenewa,...
Delegasi muda Indonesia, Beni Pramula (kedua dari kiri) menyampaikan gagasan mengenai New Diplomacy di ajang Youth Future Summit (YFS) 2026 di Jenewa, Swiss. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JENEWA - Delegasi muda Indonesia, Beni Pramula, menyampaikan gagasan mengenai New Diplomacy di ajang Youth Future Summit (YFS) 2026 di Mövenpick Hotel dan Markas Besar PBB (United Nations), Jenewa, Swiss, 5-8 Februari 2026. Di hadapan ratusan delegasi dari 120 negara, Beni mempresentasikan pidato kunci bertajuk New Diplomacy: The Power of Youth as Bridge-Builders.

Pidato ini merupakan esensi utama dari buku terbarunya yang berjudul "The Bridge-Builders’ Guide to Diplomacy for a Fragmented World. Dalam paparannya, Beni secara tegas menantang narasi lama tentang pemuda. Ia menegaskan, tantangan global seperti etika teknologi dan krisis iklim memerlukan penanganan segera, bukan nanti. Baca juga: Langkah Presiden Prabowo Gabung BoP sebagai Upaya Diplomasi Perdamaian

"Saya tidak melihat pemimpin masa depan di ruangan ini. Saya melihat pemimpin hari ini. Kita bukan lagi penonton sejarah, melainkan arsitek yang harus membangun jembatan di tengah dunia yang terfragmentasi," kata Beni yang disambut antusias oleh para delegasi dunia.

Gagasan Beni yang tertuang dalam buku dan pidatonya menyoroti fenomena perfect disconnection. Sebuah kondisi di mana dunia terhubung secara digital namun terputus secara pemahaman kemanusiaan. Sebagai solusi, ia menawarkan tiga pilar Diplomasi Baru (New Diplomacy).

Pertama, Shared Language. Mengedepankan martabat manusia di atas retorika politik. Kedua, Peer-to-Peer Power. Mengoptimalkan kekuatan jejaring pemuda lintas batas negara. Ketiga, Radical Empathy. Keberanian untuk mendengar dan memahami sebelum menghakimi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Jenewa, peserta kegiatan ini juga melakukan kunjungan strategis ke CERN Science Gateway, pusat penelitian sains dan nuklir terbesar di dunia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi bagaimana perkembangan sains dan teknologi masa depan harus diselaraskan dengan kebijakan global demi kemaslahatan kemanusiaan. Sebuah topik sentral yang juga ia ulas secara mendalam di dalam bukunya.

Kehadiran Beni Pramula di Jenewa menjadi representasi kuat suara pemuda Indonesia dalam pembentukan tatanan dunia yang lebih harmonis. Melalui buku The Bridge-Builders’ Guide to Diplomacy for a Fragmented World, Beni berharap pesan mengenai pentingnya peran pemuda sebagai "pembangun jembatan" dapat menjadi inspirasi bagi gerakan pemuda di berbagai belahan dunia. Baca juga: Indonesia Perjuangkan 7 Agenda Kunci Kebijakan Iklim Dunia di COP30 Brasil

Beni merupakan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM). Ia juga Presiden Pemuda Asia-Afrika (AAYG) 2015-2020 dan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2014-2016.

Youth Future Summit (YFS) merupakan platform global yang mempertemukan pemimpin muda, pembuat kebijakan, dan pakar internasional yang diselenggarakan Center for International Policy and Sustainability (CIPS).
Mereka mendiskusikan solusi atas tantangan masa depan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Rekomendasi
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Delpedro Marhaen Hadiri...
Delpedro Marhaen Hadiri Sidang Vonis Nadiem Makarim
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved