Program Solidaritas Ramadan 2026 Fokus Dampingi Penyintas Bencana dan Palestina
Kamis, 05 Februari 2026 - 09:52 WIB
loading...
NU Care-LAZISNU PBNU telah meluncurkan Program Ramadan 2026 bertajuk Solidaritas Ramadan di Plaza PBNU, Lantai 1 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, NU Care-LAZISNU PBNU telah meluncurkan Program Ramadan 2026 bertajuk Solidaritas Ramadan. Program ini dirancang sebagai ikhtiar untuk memperkuat kerja-kerja kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam situasi rentan akibat bencana dan masyarakat Palestina.
Sekretaris LAZISNU PBNU, Moesafa dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk menguatkan solidaritas dan kepedulian sosial. "Pada bulan Ramadan tahun ini, NU Care-LAZISNU menggaungkan semangat solidaritas kemanusiaan dalam merespons musibah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia," ujar Moesafa dalam peluncuran Program Solidaritas Ramadan di Plaza PBNU, Lantai 1 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, berbagai program yang disiapkan NU Care-LAZISNU diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara komprehensif, mulai dari pemenuhan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan spiritual.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadan NU Care-LAZISNU, Anik Rifqoh, menjelaskan Program Solidaritas Ramadan 2026 secara khusus difokuskan untuk membersamai para penyintas bencana dan masyarakat Palestina agar tetap kuat dan berdaya dalam menjalani bulan suci.
"LAZISNU ingin terus membersamai saudara-saudara kita, khususnya yang terdampak bencana di Sumatera, Jawa, dan wilayah lainnya. Kehidupan mereka berubah drastis. Program Ramadan ini menjadi momentum untuk menguatkan solidaritas, agar mereka tidak merasa ditinggalkan," jelas Anik.
Dalam pelaksanaannya, NU Care-LAZISNU juga melakukan penyesuaian strategi dakwah dan kemanusiaan. Jika sebelumnya pengiriman dai lebih banyak difokuskan ke luar negeri, terutama pada komunitas muslim minoritas, kini prioritas dialihkan ke wilayah terdampak bencana melalui program Dai Peduli Bencana.
"Banyak penyintas bencana yang membutuhkan penguatan moral dan spiritual. Mereka berada dalam kondisi putus asa, kehilangan, dan ketidakpastian. Karena itu, kami menurunkan dai dengan tema dakwah kebencanaan dan wilayah tertinggal, sekaligus memberikan dukungan kesehatan dan psikososial," tutur Anik.
Selain fokus di dalam negeri, NU Care-LAZISNU juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Pada Ramadan 2026 ini, terdapat dua program utama yang dijalankan, yakni penyaluran Family Kit yang mencakup kebutuhan pangan, logistik, pakaian, dan obat-obatan, serta pembagian Paket Iftar bagi masyarakat di sekitar Masjid Al-Aqsa.
"Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling bersejarah bagi umat Islam. Kami berupaya menghadirkan bantuan yang tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menguatkan harapan saudara-saudara kita di Palestina,” tambah Anik.
Melalui Program Solidaritas Ramadan 1447 H/2026 M, NU Care-LAZISNU mengajak seluruh Sahabat Peduli untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan berbagi dan solidaritas, guna menguatkan sesama serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan.
Sekretaris LAZISNU PBNU, Moesafa dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk menguatkan solidaritas dan kepedulian sosial. "Pada bulan Ramadan tahun ini, NU Care-LAZISNU menggaungkan semangat solidaritas kemanusiaan dalam merespons musibah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia," ujar Moesafa dalam peluncuran Program Solidaritas Ramadan di Plaza PBNU, Lantai 1 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, berbagai program yang disiapkan NU Care-LAZISNU diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara komprehensif, mulai dari pemenuhan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan spiritual.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadan NU Care-LAZISNU, Anik Rifqoh, menjelaskan Program Solidaritas Ramadan 2026 secara khusus difokuskan untuk membersamai para penyintas bencana dan masyarakat Palestina agar tetap kuat dan berdaya dalam menjalani bulan suci.
"LAZISNU ingin terus membersamai saudara-saudara kita, khususnya yang terdampak bencana di Sumatera, Jawa, dan wilayah lainnya. Kehidupan mereka berubah drastis. Program Ramadan ini menjadi momentum untuk menguatkan solidaritas, agar mereka tidak merasa ditinggalkan," jelas Anik.
Dalam pelaksanaannya, NU Care-LAZISNU juga melakukan penyesuaian strategi dakwah dan kemanusiaan. Jika sebelumnya pengiriman dai lebih banyak difokuskan ke luar negeri, terutama pada komunitas muslim minoritas, kini prioritas dialihkan ke wilayah terdampak bencana melalui program Dai Peduli Bencana.
"Banyak penyintas bencana yang membutuhkan penguatan moral dan spiritual. Mereka berada dalam kondisi putus asa, kehilangan, dan ketidakpastian. Karena itu, kami menurunkan dai dengan tema dakwah kebencanaan dan wilayah tertinggal, sekaligus memberikan dukungan kesehatan dan psikososial," tutur Anik.
Selain fokus di dalam negeri, NU Care-LAZISNU juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Pada Ramadan 2026 ini, terdapat dua program utama yang dijalankan, yakni penyaluran Family Kit yang mencakup kebutuhan pangan, logistik, pakaian, dan obat-obatan, serta pembagian Paket Iftar bagi masyarakat di sekitar Masjid Al-Aqsa.
"Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling bersejarah bagi umat Islam. Kami berupaya menghadirkan bantuan yang tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menguatkan harapan saudara-saudara kita di Palestina,” tambah Anik.
Melalui Program Solidaritas Ramadan 1447 H/2026 M, NU Care-LAZISNU mengajak seluruh Sahabat Peduli untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan berbagi dan solidaritas, guna menguatkan sesama serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan.
(abd)
Lihat Juga :