Negara dan Rasa Aman Anak

Rabu, 04 Februari 2026 - 18:27 WIB
loading...
A A A
Dalam kajian keamanan modern, makna rasa aman telah lama bergeser dari sekadar perlindungan negara terhadap ancaman fisik. Barry Buzan sejak awal 1990-an menunjukkan bahwa keamanan juga mencakup dimensi sosial dan psikologis, yakni kondisi ketika individu dapat hidup tanpa rasa takut dalam keseharian.

Keamanan, dalam pengertian ini, tidak berhenti pada ketiadaan kekerasan terbuka, tetapi menyentuh pengalaman hidup sehari-hari di rumah, di sekolah, dan di lingkungan terdekat. Anak yang hidup dalam ketakutan, meskipun kebutuhan material terpenuhi, belum berada dalam kondisi aman sepenuhnya.

Kasus kekerasan seksual yang melibatkan orang dewasa dari institusi formal memperlihatkan betapa rapuhnya fondasi tersebut. Bagi anak korban, kekerasan ini sering mengubah ruang yang paling dekat menjadi sumber ketakutan, memaksa anak hidup dalam kewaspadaan yang terus-menerus, dan menumbuhkan keheningan panjang akibat rasa malu, takut, atau relasi kuasa yang timpang.

Ketika perlindungan yang diharapkan tidak hadir sebagaimana mestinya, kepercayaan anak terhadap lingkungan sekitar terguncang. Proses hukum yang berjalan setelah peristiwa terjadi memiliki peran penting, tetapi pemulihan rasa aman menuntut kehadiran yang berkelanjutan dan dapat dirasakan dalam keseharian.

Peristiwa bunuh diri anak di Ngada memperlihatkan dimensi lain dari persoalan yang sama. Tidak semua ancaman terhadap anak hadir dalam bentuk kekerasan fisik. Sebagian berkembang dalam tekanan psikologis yang tidak terlihat, tumbuh perlahan dalam keheningan, dan berlangsung tanpa intervensi yang memadai. Rasa kesepian, beban emosional yang tidak tersalurkan, dan ketiadaan ruang aman dapat terakumulasi dalam waktu panjang.

Dalam situasi seperti ini, perhatian perlu diarahkan pada kondisi sebelum peristiwa terjadi. Lingkungan pendidikan memegang peran penting dalam membaca tanda-tanda kelelahan emosional. Sekolah menjadi ruang hidup anak dalam waktu yang panjang setiap hari. Guru sering menjadi orang dewasa pertama di luar keluarga yang berinteraksi intens dengan anak. Tanpa dukungan kapasitas dan sistem yang memadai, peran ini sulit dijalankan secara optimal.

Keluarga juga membutuhkan dukungan agar tidak memikul beban sendirian. Tekanan ekonomi, keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan mental, dan norma sosial yang masih menstigmatisasi persoalan psikologis sering membuat keluarga tidak mampu mengenali atau merespons kebutuhan anak secara tepat. Layanan kesehatan mental anak perlu hadir sebagai bagian dari sistem dasar, bukan sebagai fasilitas tambahan yang sulit dijangkau.

Rasa aman anak tidak dibentuk oleh satu sektor kebijakan. Perlindungan membutuhkan keterhubungan antara pendidikan, kesehatan, hukum, dan lingkungan sosial. Ketika kebijakan berjalan terpisah dan tidak saling menguatkan, anak sering berada di ruang antar sistem yang tidak sepenuhnya menjangkau kebutuhan nyata. Di ruang inilah kerentanan tumbuh.

Prioritas Kebijakan


Dalam beberapa tahun terakhir, negara menunjukkan komitmen kuat terhadap pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis. Program ini membawa pesan penting tentang perhatian terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak yang tercukupi gizinya memiliki peluang tumbuh yang lebih baik secara fisik dan kognitif.

Namun pemenuhan gizi merupakan satu bagian dari kesejahteraan anak. Perlindungan anak mencakup spektrum yang lebih luas, termasuk keamanan psikologis, perlindungan dari kekerasan, lingkungan belajar yang aman, serta kehadiran orang dewasa yang responsif. Ketika diskursus kebijakan terlalu terpusat pada satu dimensi, risiko penyempitan makna perlindungan menjadi nyata.

Di sinilah pertanyaan tentang prioritas kebijakan menjadi relevan. Setiap kebijakan dengan alokasi anggaran besar selalu membawa implikasi pilihan. Pilihan tersebut bukan hanya tentang apa yang dibiayai, tetapi juga tentang apa yang berpotensi terpinggirkan.

Layanan konseling sekolah, pelatihan guru untuk deteksi dini tekanan mental, dan penguatan sistem perlindungan anak berbasis komunitas sering berjalan dengan sumber daya yang terbatas dan perhatian publik yang minim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Nasaruddin Umar: Tidak...
Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan Fisik dan Seksual di Pesantren
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Menag: Tak Ada Toleransi...
Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
Rekomendasi
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved