Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara

Rabu, 04 Februari 2026 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Krisis Rohingya di Myanmar menunjukkan bagaimana absennya persaudaraan manusia berakar pada nasionalisme yang disekuritisasi. Dalam perspektif securitization theory (Buzan, Wæver, dan de Wilde), identitas etnis-keagamaan Rohingya dikonstruksikan sebagai ancaman eksistensi bagi negara, sehingga kekerasan menjadi sah atas nama keamanan.

Di sini, manusia direduksi menjadi faktor risiko. Human fraternity justru bekerja sebaliknya, yaitu menuntut proses desekuritisasi (desecuritization), dengan mengembalikan kelompok minoritas sebagai subjek bermartabat, bukan objek ketakutan. Tanpa itu, stabilitas kawasan hanya akan menjadi stabilitas semu.

Pengalaman Filipina Selatan menawarkan pelajaran berbeda. Proses perdamaian Bangsamoro menegaskan bahwa persaudaraan manusia tidak mungkin tumbuh-kembang tanpa keadilan struktural. Menggunakan kerangka teori pengakuan (Charles Taylor), konflik berlarut-larut (protracted conflict) di Mindanao bukan semata soal keamanan, namun soal pengingkaran martabat kolektif komunitas Bangsa Muslim Moro.

Ketika negara mengakui identitas dan hak politik mereka melalui otonomi, maka kekerasan kehilangan legitimasi. Dalam konteks ini, human fraternity bukanlah retorika moral, melainkan hasil dari desain institusional yang adil.

Indonesia, sebagai satu negara besar di Asia Tenggara, menyajikan dinamika yang lebih subtil. Ia sering dipuji sebagai model pluralisme, tetapi polarisasi berbasis agama dalam politik elektoral memperlihatkan betapa rapuhnya persaudaraan manusia dalam beberapa pemilu presiden terakhir di tanah air. Dalam kerangka kohesi sosial dan perdamaian sehari-hari (Mac Ginty), ketahanan Indonesia justru bertumpu pada praktik keseharian, yaitu jejaring antar-warga, peran organisasi keagamaan moderat, dan etika publik yang menolak kekerasan terbuka.

Namun, ketika agama direduksi menjadi alat mobilisasi politik, persaudaraan manusia mengalami erosi simbolik. Kasus ini menegaskan bahwa human fraternity membutuhkan ethical restraint (etika menahan diri) dalam demokrasi.

Lebih jauh, Asia Tenggara adalah paradoks. Ia dikenal sebagai kawasan yang relatif damai dibanding Timur Tengah atau Afrika yang acap bergolak dengan konflik kekerasan, tetapi Asia Tenggara juga menyimpan luka-luka kemanusiaan yang belum sembuh. Agama-agama besar hidup berdampingan dengan tradisi lokal, namun kerap ditarik ke dalam politik eksklusif. Demokrasi prosedural tumbuh, tetapi sering kali rapuh di hadapan populisme identitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Tanpa Pihak Luar, ASEAN Diimbau Perkuat Persatuan
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Berita Terkini
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved