Pertama di Dunia, Simulasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia Diserbu Pengunjung CIBF Mesir
Selasa, 03 Februari 2026 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia naik cetak pada 2024 dan rampung pada 2025 dengan total produksi 2.000 set Al-Qur’an Isyarat Indonesia 30 juz yang terbagi dalam dua jilid. Selain dalam bentuk cetak, mushaf ini juga tersedia dalam aplikasi Qur’an Kemenag.
Baca juga: Kondisi Akhir Zaman dalam Ayat-ayat Al Quran dan Hadis
Sebelum dipamerkan di Mesir, Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia telah diperkenalkan di Malaysia pada 2025 dan mendapatkan respons positif. Di dalam negeri, kehadiran mushaf ini disambut baik oleh komunitas Teman Tuli karena memberikan media baru untuk melafalkan ayat Al-Qur’an secara utuh.
Dalam simulasi yang didemonstrasikan langsung di Paviliun Indonesia, pengunjung diperkenalkan pada konsep dasar isyarat huruf, harakat, dan tajwid, kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan lafadz basmallah.
“Simulasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Al-Qur’an Isyarat, khususnya bagi PDSRW di Mesir, sekaligus bagi pengunjung dengar yang datang ke Paviliun Indonesia,” kata Hilma.
Menurutnya, kehadiran Al-Qur’an Bahasa Isyarat diperlukan karena selama ini Teman Tuli umumnya hanya mendapatkan akses pengisyaratan makna ayat, bukan pada pelafalan huruf dan tajwidnya. Dengan mushaf ini, PDSRW memiliki media untuk membaca Al-Qur’an secara lebih lengkap dan sesuai kaidah.
Baca juga: Kondisi Akhir Zaman dalam Ayat-ayat Al Quran dan Hadis
Sebelum dipamerkan di Mesir, Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia telah diperkenalkan di Malaysia pada 2025 dan mendapatkan respons positif. Di dalam negeri, kehadiran mushaf ini disambut baik oleh komunitas Teman Tuli karena memberikan media baru untuk melafalkan ayat Al-Qur’an secara utuh.
Dalam simulasi yang didemonstrasikan langsung di Paviliun Indonesia, pengunjung diperkenalkan pada konsep dasar isyarat huruf, harakat, dan tajwid, kemudian dilanjutkan dengan praktik menggunakan lafadz basmallah.
“Simulasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Al-Qur’an Isyarat, khususnya bagi PDSRW di Mesir, sekaligus bagi pengunjung dengar yang datang ke Paviliun Indonesia,” kata Hilma.
Menurutnya, kehadiran Al-Qur’an Bahasa Isyarat diperlukan karena selama ini Teman Tuli umumnya hanya mendapatkan akses pengisyaratan makna ayat, bukan pada pelafalan huruf dan tajwidnya. Dengan mushaf ini, PDSRW memiliki media untuk membaca Al-Qur’an secara lebih lengkap dan sesuai kaidah.
Lihat Juga :