Pertama di Dunia, Simulasi Al-Qur’an Bahasa Isyarat Indonesia Diserbu Pengunjung CIBF Mesir
Selasa, 03 Februari 2026 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Hilma menambahkan, UPQ Kementerian Agama baru memiliki satu ahli Al-Qur’an Isyarat yang secara khusus menangani pengembangan dan pendampingan mushaf tersebut.
Respons pengunjung terhadap simulasi Al-Qur’an Isyarat di Mesir terbilang positif. Sejumlah doktor dan ahli bahasa isyarat dari Mesir tertarik berdiskusi lebih lanjut dan telah terhubung langsung dengan Ida Zulfiya Choiruddin sebagai inisiator.
“Teman Tuli di Mesir merasa senang mengetahui adanya perhatian berupa media yang memungkinkan mereka membaca Al-Qur’an dengan tartil,” ujarnya.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menyebut, mushaf Al-Qur’an dengan bahasa isyarat merupakan salah satu fitur paling ikonik di paviliun Indonesia. Fitur ini memungkinkan pengunjung dari berbagai negara menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan Al-Qur’an bagi komunitas tuli.
“Banyak pengunjung yang tertarik mempelajari Al-Qur’an bahasa isyarat. Ini menjadi bukti bahwa Islam Indonesia memiliki kepedulian kuat terhadap inklusivitas,” katanya.
Selain Teman Tuli, pengunjung umum, baik warga lokal Mesir maupun mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), juga antusias mengikuti simulasi Al-Qur’an Isyarat di Paviliun Indonesia.
Respons pengunjung terhadap simulasi Al-Qur’an Isyarat di Mesir terbilang positif. Sejumlah doktor dan ahli bahasa isyarat dari Mesir tertarik berdiskusi lebih lanjut dan telah terhubung langsung dengan Ida Zulfiya Choiruddin sebagai inisiator.
“Teman Tuli di Mesir merasa senang mengetahui adanya perhatian berupa media yang memungkinkan mereka membaca Al-Qur’an dengan tartil,” ujarnya.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menyebut, mushaf Al-Qur’an dengan bahasa isyarat merupakan salah satu fitur paling ikonik di paviliun Indonesia. Fitur ini memungkinkan pengunjung dari berbagai negara menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan Al-Qur’an bagi komunitas tuli.
“Banyak pengunjung yang tertarik mempelajari Al-Qur’an bahasa isyarat. Ini menjadi bukti bahwa Islam Indonesia memiliki kepedulian kuat terhadap inklusivitas,” katanya.
Selain Teman Tuli, pengunjung umum, baik warga lokal Mesir maupun mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), juga antusias mengikuti simulasi Al-Qur’an Isyarat di Paviliun Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :