JK Berharap BoP Bikinan Trump Hentikan Perang dan Bawa Pemulihan di Gaza

Senin, 02 Februari 2026 - 22:50 WIB
loading...
JK Berharap BoP Bikinan...
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) tidak berharap banyak pada Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump karena semua keputusan dalam forum tersebut sepenuhnya dipegang Trump. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) tidak berharap banyak pada Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena semua keputusan dalam forum tersebut sepenuhnya dipegang Trump. Namun, dia tetap berharap forum tersebut bisa menghentikan perang dan membawa pemulihan di Gaza, Palestina.

"Mungkin bukan perdamaian, tapi menghentikan perang dan melaksanakan rekonstruksi, itu saja harapan kita," ujar JK dalam diskusi bertema Manfaat dan Mudharat Indonesia Mendukung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump sebagaimana disiarkan secara online di kanal Youtube Forum Insan Cita, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Istana Ajak MUI Dialog Soal Keterlibatan Indonesia di BoP Bentukan Trump

Menurut JK, penyelesaian konflik di Gaza, Palestina yang diinisiasi Trump memperlihatkan pada dunia tentang kekuasaannya. Pasalnya, dia menyelesaikan persoalan melalui todongan melalui veto dalam forum Board Of Peace Trump.

"Pertama ini memberikan kita sekali lagi suatu cara Trump untuk mengatasi persoalan ataupun memperlihatkan kekuasaannya. Jadi, dulu dikenal kansip, menjalankan suatu polisi kebijakan dengan todongan. Bukan todongan senjata," tuturnya.

Sejak dulu dia memang selalu menyampaikan bahwa perang di Gaza hanya bisa diselesaikan oleh 3 orang saja. Pertama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kedua Pimpinan faksi Hamas Palestina yang kini dipegang Yahya Sinwar, dan Presiden AS Terpilih yang kini dijabat Donald Trump.

Dengan caranya itu, Trump mencoba menghentikan perang tersebut. "Apa masalahnya, bahwa kita semua mendoakan sajak dulu bagaimana ada kedamaian di Gaza, Palestina. Ini mungkin satu cara terpaksa dilakukan, setidaknya dengan cara ini bisa menghentikan perang di sana atau invasi di sana," kata JK.

Dalam persetujuan tersebut, semua keputusan dipegang Trump, yang mana negara lain seolah hanya sebagai pendengar dan pengusul belaka. Hal tersebut sangat disayangkan. Meski begitu, diharapkan forum itu bisa benar-benar menghentikan perang di Gaza.

"Dalam persetujuan itu dituliskan ketuanya Trump sekaligus dia mempunyai hak veto, lainnya bisa mengusulkan tapi di veto mau apalagi, jadi artinya lembaga itu wadah Trump. Semua negara hanya pendengar dan pengusul sesuatu, tapi semua keputusan ada di Donald Trump," ungkapnya.

Terlebih, dalam forum itu terdapat negara-negara Islam, yang mana mereka diharapkan bisa membawa aspirasi warga Gaza, tepatnya Palestina. Selain menghentikan perang, mereka juga diharapkan bisa benar-benar membawa pemulihan pada Gaza yang telah porak-poranda.

"Terpenting menghentikan perang ini karena apa pun perang ini kekalahannya Gaza, tidak bisa bergerak, untuk menghentikan korban jiwa, luka, gedung hancur. Harapan kita cuma 1, karena Indonesia, Turki, Arab Saudi, Qatar dan lainnya, kita harap mereka dapat mewakili kepentingan Palestina. Kalau negara Islam tidak mewakili kepentingan atau aspirasi Palestina, maka ini akan menjadi masalah," ujar JK.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved