Kepemimpinan Tanpa Franchise

Senin, 02 Februari 2026 - 15:54 WIB
loading...
A A A
Di tengah keterbatasan itu, Trimurti memilih jalan yang radikal. Mereka tidak mewariskan Gontor kepada keturunan, tapi kepada umat dalam bentuk Wakaf. Mereka tidak membangun kerajaan bisnis pendidikan, tapi menanamkan nilai yang bisa ditiru siapa saja.

Pilihan ini revolusioner untuk zamannya. Bahkan untuk zaman kita sekarang.

Maka ketika kita bicara tentang "mekanisme formal" atau "sistem terukur," kita perlu adil. Trimurti membangun dengan tools yang tersedia di masanya. Dan dengan tools itu, mereka berhasil menciptakan gerakan pendidikan yang bertahan nyaris satu abad.

Fenomena Baru: Franchise Pendidikan


Hari ini kita menyaksikan fenomena berbeda. Sekolah Islam berlabel modern bermunculan dengan sistem franchise. Ada lisensi merek, royalti bulanan, standar operasional seragam, pelatihan manajemen berbayar.

Model ini lahir dari konteks yang juga berbeda. Era akreditasi. Era persaingan dengan sekolah internasional. Era orang tua yang menuntut kepastian kualitas. Mudah untuk membandingkan keduanya dan menyimpulkan mana yang lebih baik. Tapi perbandingan seperti itu tidak adil.

Ibarat membandingkan pedagang kelontong era 1970-an dengan minimarket modern. Keduanya lahir dari konteks berbeda, menjawab kebutuhan berbeda. Yang lebih produktif adalah menintegrasikan apa yang bisa dipelajari dari masing-masing model?

Kekuatan Model Trimurti


Sistem franchise menawarkan standarisasi dan akselerasi pertumbuhan. Tapi model Trimurti menawarkan sesuatu yang lebih sulit ditiru: kedalaman internalisasi nilai.

Prof. Hamid menegaskan bahwa kiai harus selalu bicara nilai, jangan sekedar bicara teknis. Trimurti tidak mengontrol ratusan pondok alumni melalui SOP dan audit. Mereka menanamkan sibghah nafsiyah—celupan mental yang begitu kuat hingga alumni membawanya ke mana pun pergi.

Hasilnya terlihat nyata. Alumni Gontor tidak sekadar mendirikan pesantren. Mereka memimpin ormas Islam terbesar. Mereka menjadi rektor di universitas ternama. Mereka menjadi duta besar, menteri, intelektual publik. Mereka membawa nilai-nilai itu ke ruang-ruang yang Trimurti sendiri mungkin tidak pernah bayangkan.

Trimurti juga mempersilakan siapa saja membuka pesantren seperti sistem Gontor tanpa franchise. Ini model open source sebelum istilah itu populer. Berbagi tanpa proteksi hak cipta, tanpa royalti.

Bayangkan jika Trimurti memilih jalan berbeda. Mematenkan sistem, memungut royalti, mengontrol ketat siapa yang boleh menggunakan nama Gontor. Mungkin mereka akan lebih kaya. Tapi apakah akan ada ratusan pesantren yang tersebar dari Aceh sampai Papua?

Tantangan Generasi Penerus


Keberhasilan model Trimurti tidak berarti generasi penerus bisa berpuas diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved