Banyak Tokoh Bakal Bergabung ke PSI, Jokowi: Hati-hati
Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:20 WIB
loading...
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan di Rakernas PSI yang ditayangkan virtual, Sabtu (31/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bakal banyak tokoh yang bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, dia mengingatkan parpol tersebut untuk hati-hati.
"Banyak yang bergabung. Dan akan banyak lagi akan bergabung. Yang akan bergabung baik itu tokoh nasional, provinsi, kabupaten dan kota akan lebih banyak lagi," ujar Jokowi saat memberikan arahan di Rakernas PSI yang ditayangkan virtual, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Pidato di Kongres PSI, Jokowi Janji Full Beri Dukungan
Dalam hal ini, Jokowi mengingatkan partai berlambang gajah tersebut untuk berhati-hati. Banyaknya yang bergabung justru perbedaan akan semakin tajam.
"Makin banyak bergabung artinya kita akan makin beragam. Artinya akan semakin banyak perbedaan, hati-hati, akan makin banyak perbedaan. Perbedaan selera, keinginan, kepentingan, dan lainnya akan makin banyak," ungkapnya.
Karenanya, dia menekankan kepada internal PSI untuk memiliki kesamaan visi dalam menghadapi perpolitikan di Indonesia. "Sebab itu, butuh toleransi, butuh satu visi, menjaga kerukunan, jaga kesolidan, persatuan di antara kita," ucapnya.
Jokowi meminta PSI memperkuat jaringan sosial media ke depannya. Kemudian, juga memperluas jejaring secara langsung ke masyarakat atau offline.
"Kedua perkuat jaringan luring, jaringan offline dari kota sampai desa semuanya harus kita perkuat," ucapnya.
"Banyak yang bergabung. Dan akan banyak lagi akan bergabung. Yang akan bergabung baik itu tokoh nasional, provinsi, kabupaten dan kota akan lebih banyak lagi," ujar Jokowi saat memberikan arahan di Rakernas PSI yang ditayangkan virtual, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Pidato di Kongres PSI, Jokowi Janji Full Beri Dukungan
Dalam hal ini, Jokowi mengingatkan partai berlambang gajah tersebut untuk berhati-hati. Banyaknya yang bergabung justru perbedaan akan semakin tajam.
"Makin banyak bergabung artinya kita akan makin beragam. Artinya akan semakin banyak perbedaan, hati-hati, akan makin banyak perbedaan. Perbedaan selera, keinginan, kepentingan, dan lainnya akan makin banyak," ungkapnya.
Karenanya, dia menekankan kepada internal PSI untuk memiliki kesamaan visi dalam menghadapi perpolitikan di Indonesia. "Sebab itu, butuh toleransi, butuh satu visi, menjaga kerukunan, jaga kesolidan, persatuan di antara kita," ucapnya.
Jokowi meminta PSI memperkuat jaringan sosial media ke depannya. Kemudian, juga memperluas jejaring secara langsung ke masyarakat atau offline.
"Kedua perkuat jaringan luring, jaringan offline dari kota sampai desa semuanya harus kita perkuat," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :