PBNU Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bikinan Trump

Jum'at, 30 Januari 2026 - 19:43 WIB
loading...
PBNU Dukung Indonesia...
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan bergabung Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump. Foto: Felldy Utama
A A A
JAKARTA - PBNU mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan bergabung Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, PBNU meminta Prabowo tetap mewaspadai adanya kepentingan terselubung.

"Kita tahu bahwa di dalamnya pasti ada banyak kepentingan. Pasti ada kepentingan-kepentingan Israel, pasti. Nggak mungkin tidak," ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Menlu Sugiono Tegaskan Dewan Perdamaian Bentukan Trump Tidak Akan Gantikan PBB

Menurut dia, bagaimana mungkin perdamaian bisa tercapai tanpa mendialogkan kepentingan-kepentingan yang berbeda di dalam Dewan Perdamaian Gaza.

"Maka kalau ada pihak-pihak yang di dalamnya mewakili kepentingan-kepentingan Israel katakanlah, kepentingan Amerika dan lain sebagainya harus ada aktor yang berpartisipasi untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan Palestina," ungkapnya.

Sebagai bagian dari Dewan tersebut, Indonesia harus memainkan peran aktifnya untuk memperjuangan Palestina. Atas dasar posisi tersebut, PBNU mendukung Prabowo mengambil keputusan gabung ke dalam Dewan Perdamaian Gaza.

"Dan saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam ikhtiar apa pun untuk membantu Palestina," ujar Gus Yahya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Rekomendasi
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
Terjual 800 Unit, Rahasia...
Terjual 800 Unit, Rahasia Jetour T1 Bikin Pembeli Pilih Hybrid Ketimbang Bensin
Berita Terkini
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Terima Bantuan Ambulans...
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved