Lemkapi: 8 Poin Percepatan Reformasi Polri yang Diputuskan DPR Wujudkan Polisi Profesional

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:49 WIB
loading...
Lemkapi: 8 Poin Percepatan...
Direktur Lemkapi Edi Hasibuan menegaskan 8 poin percepatan Reformasi Polri yang diputuskan DPR dinilai sangat rasional untuk mewujudkan Polri profesional. Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Rapat Paripurna DPR menyepakati Polri menjadi lembaga negara di bawah Presiden. Selain itu, DPR juga merekomendasikan delapan poin percepatan Reformasi Polri.

Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan menegaskan 8 poin percepatan Reformasi Polri yang diputuskan dalam rapat paripurna DPR dinilai sangat rasional untuk mewujudkan Polri profesional.

Baca juga: Paripurna DPR Sepakat Polri di Bawah Presiden, Ini 8 Poin Reformasi yang Disepakati

Putusan ini sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh DPR terhadap institusi polri. "Kami melihat kedelapan poin ini sangat rasional untuk diterapkan. Jika semua poin ini dilaksanakan, saya optimistis kinerja Polri bakal semakin baik," ujar Ketua Program Studi Magister Hukum ini, Rabu (28/1/2026).



Edi melihat salah satu poin yang diputuskan DPR adalah menetapkan kedudukan Polri tetap berada di bawah Presiden. Keputusan ini banyak diapresiasi. "Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden setelah mendapat persetujuan dari DPR," ucapnya.

Menurutnya,DPR sangat mendengarkan masukan dari masyrakat. Menurut Edi Hasibuan, poin lain yang juga banyak disorot adalah perlu penguatan pengawasan Polri baik sebagai pengawas internal dan pengawas eksternal seperti Kompolnas.

Baca juga: Yusril: Reformasi Polri Fokus Pembenahan Internal dan Revisi UU Kepolisian

"Hasil penelitian kami menyebutkan Kompolnas yang ada saat ini tidak cukup kuat untuk mengawasi Polri," ukarnya.

Menurut Edi kalau mau memperkuat Kompolnas, syarat calon anggota Kompolnas ke depan harus memiliki standar tinggi dan anggaran ysng cukup serta didukung dengan regulasi yang kuat untuk menjalankan tugas Kompolnas.

Penulis dan Dosen Politik Hukum Kepolisian ini menyebut tugas Kompolnas itu membantu Presiden menetapkan arah kebijakan Polri dan memberikan saran dan pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.

Melihat tugas ini, kata Edi, idealnya dibutuhkan sosok komisioner yang kuat dan regulasi yang kuat untuk menjalankan tugas Kompolnas. mantan anggota Kompolnas ini menyebut idealnya salah satu calon anggota Kompolnas berasal dari mantan Kapolri dan tokoh tokoh berpengaruh. "Kita dukung Kompolnas diperkuat," ungkapnya.

Edi yang juga anggota Pansel Kompolnas 2024 ini menyambut baik usulan DPR agar perencanaan dan penyusunan anggaran Polri ke depan perlu diperbaiki dan ditata dengan baik serta rasional.

"Kita minta semua kegiatan operasional Polri harus berbasis anggaran untuk menjaga profesionslisme Polri." Kata Direktur Lemkapi ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Rekomendasi
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved