Khozinudin: Jika Ada yang Tertampar dengan Komedi Pandji, maka Ada yang Perlu Diperbaiki
Selasa, 27 Januari 2026 - 20:46 WIB
loading...
Ahmad Khozinudin buka suara terkait kritik Komika Pandji Pragiwaksono dalam materi stand up comedy di acara Mens Rea. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Tim Advokasi Antikriminalisasi Ahmad Khozinudin buka suara terkait kritik Komika Pandji Pragiwaksono dalam materi stand up comedy di acara Mens Rea. Menurut dia, apabila ada yang tertampar dari materi itu, maka ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Menurut Khozinudin, tak ada yang salah dari materi yang disampaikan Pandji. Ia menyebut Pandji merupakan warga negara yang sah dalam memberikan kritik.
"Apakah ada yang salah dalam redaksi itu? Tidak. Bahwa ada yang tertampar dengan narasi itu, berarti benar kritiknya, ada yang perlu diperbaiki," ujar Khozinudin dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Pengamat: Polemik Pandji-Gibran Membuka Debat Batas Kritik
Khozinudin menilai datangnya kritik dari seorang warga negara menandakan masih adanya seseorang yang peduli dengan bangsa Indonesia. Sebab, menurut dia, sebetulnya Pandji bisa saja tidak memperdulikan apa yang terjadi di Indonesia.
"Ketika ada elemen warga negara yang mengkritik negara dengan gayanya masing-masing berarti elemen anak bangsa ini peduli dengan bangsa ini," tegas Khozinudin.
Dia tetap mengingat Pandji dan komika lainnya untuk tidak menyentuh agama sebagai materi candaan. Meski demikian menurutnya, kesalahan kalimat yang dilontarkan Pandji tak bisa semata-mata mendelegitimasi kritik yang disampaikan.
"Tapi tetap saya ingatkan kepada Pandji dan komika lainnya, agama apa pun, ibadah apa pun, termasuk salat, termasuk pergi ke gereja bukan materi candaan, ini yang membuat apresiasi kepada Pandji yang sebenarnya harusnya luar biasa itu terkoreksi," sambung dia.
"Tapi pada saat yang sama kita tidak boleh mendelegitimasi hanya dengan satu titik kalimat yang sebenarnya di balik ini ada bahaya yang besar. Apa bahayanya? Tidak ada insentif untuk melakukan kritik karena kalah kritik bisa dipenjara," pungkasnya.
Menurut Khozinudin, tak ada yang salah dari materi yang disampaikan Pandji. Ia menyebut Pandji merupakan warga negara yang sah dalam memberikan kritik.
"Apakah ada yang salah dalam redaksi itu? Tidak. Bahwa ada yang tertampar dengan narasi itu, berarti benar kritiknya, ada yang perlu diperbaiki," ujar Khozinudin dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Pengamat: Polemik Pandji-Gibran Membuka Debat Batas Kritik
Khozinudin menilai datangnya kritik dari seorang warga negara menandakan masih adanya seseorang yang peduli dengan bangsa Indonesia. Sebab, menurut dia, sebetulnya Pandji bisa saja tidak memperdulikan apa yang terjadi di Indonesia.
"Ketika ada elemen warga negara yang mengkritik negara dengan gayanya masing-masing berarti elemen anak bangsa ini peduli dengan bangsa ini," tegas Khozinudin.
Dia tetap mengingat Pandji dan komika lainnya untuk tidak menyentuh agama sebagai materi candaan. Meski demikian menurutnya, kesalahan kalimat yang dilontarkan Pandji tak bisa semata-mata mendelegitimasi kritik yang disampaikan.
"Tapi tetap saya ingatkan kepada Pandji dan komika lainnya, agama apa pun, ibadah apa pun, termasuk salat, termasuk pergi ke gereja bukan materi candaan, ini yang membuat apresiasi kepada Pandji yang sebenarnya harusnya luar biasa itu terkoreksi," sambung dia.
"Tapi pada saat yang sama kita tidak boleh mendelegitimasi hanya dengan satu titik kalimat yang sebenarnya di balik ini ada bahaya yang besar. Apa bahayanya? Tidak ada insentif untuk melakukan kritik karena kalah kritik bisa dipenjara," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :