Peluncuran Buku The Man Who Said Yes, Mengubah Ketidakpastian Menjadi Kesuksesan

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:00 WIB
loading...
Peluncuran Buku The...
Buku The Man Who Said Yes karya Jiu Kian, entrepreneur dan pemimpin jaringan bisnis nasional resmi diluncurkan. Buku ini sebagai refleksi perjalanan hidup sekaligus panduan inspiratif bagi pembaca. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Di tengah dunia yang semakin dipenuhi ketidakpastian, banyak orang dihadapkan pada pilihan sulit: melangkah maju dengan risiko atau berhenti karena rasa takut. Ketidakstabilan ekonomi global , perubahan sosial yang cepat, hingga berbagai peristiwa tak terduga yang silih berganti, membuat masa depan kerap terasa samar.

Tidak sedikit individu yang akhirnya ragu untuk bermimpi, apalagi mengambil keputusan besar dalam hidup. Namun, bagaimana jika justru satu kata sederhana, “YES”, menjadi kunci untuk berdamai dengan ketidakpastian sekaligus membuka pintu menuju peluang baru?

Gagasan inilah yang diangkat dalam buku terbaru berjudul The Man Who Said Yes, karya Jiu Kian, seorang entrepreneur dan pemimpin jaringan bisnis nasional yang berhasil membangun ekosistem usaha dengan total omzet mencapai Rp120 miliar. Buku ini resmi diluncurkan sebagai refleksi perjalanan hidup sekaligus panduan inspiratif bagi pembaca yang tengah mencari arah di tengah perubahan zaman. Baca juga: 10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru

Melalui buku ini, Jiu Kian mengajak pembaca memahami bahwa kata YES bukan sekadar simbol optimisme, melainkan sebuah sikap hidup. Menurutnya, keberanian untuk membuka diri terhadap peluang, meski disertai risiko, seringkali menjadi titik awal dari perubahan besar dalam hidup seseorang.

“Ketidakpastian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Namun, yang membedakan hasil hidup setiap orang adalah bagaimana ia merespons kondisi tersebut,” ujar Jiu Kian, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan kata YES telah menjadi prinsip yang membimbing setiap langkah perjalanannya. “Bagi saya, kata YES dapat menjadi tiket masuk menuju level kehidupan berikutnya,” ujarnya.

Perjalanan hidup Jiu Kian sendiri jauh dari kata mudah. Dalam buku ini, ia secara gamblang mengisahkan masa kecilnya yang sederhana, ketika ia sudah terbiasa bekerja sejak duduk di bangku sekolah dasar dengan berjualan es mambo. Setelah itu, ia sempat bekerja sebagai buruh pabrik batu bata, sebelum akhirnya merantau ke Pulau Jawa dengan keterbatasan dan ketidakpastian yang besar.

Berbagai pekerjaan pernah ia jalani demi kelangsungan hidup, mulai dari bekerja di toko kelontong, menjadi kuli panggul di pasar, hingga menjaga toko di pusat perbelanjaan. Ia mengakui bahwa tidak sedikit momen di mana rasa malu, takut gagal, dan kelelahan mental datang silih berganti.

Namun di setiap fase tersebut, terdapat satu benang merah yang selalu ia pegang, yaitu keberanian untuk mengatakan YES terhadap kesempatan yang datang, sekecil apa pun peluang itu. Salah satu pengalaman yang paling ia kenang adalah ketika pertama kali menawarkan produk asuransi secara langsung dari rumah ke rumah, berjalan kaki sambil menghadapi penolakan demi penolakan.

“Kalau saat itu saya memilih berkata tidak karena malu atau takut ditolak, mungkin cerita hidup saya akan berhenti di situ,” ungkapnya.

Tidak hanya berisi kisah perjalanan personal, buku The Man Who Said Yes juga ditulis sebagai panduan reflektif yang dapat diterapkan oleh para pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Jiu Kian merangkum pembelajarannya ke dalam sebuah kerangka berpikir yang ia sebut sebagai filosofi 368, yang merepresentasikan tiga fase kehidupan, enam prinsip abadi, dan delapan kunci kesuksesan.

Fase kehidupan menggambarkan proses manusia dari masa ditempa oleh keadaan, kemudian bertumbuh melalui pembelajaran, hingga akhirnya mencapai tahap berbagi kepada sesama. Prinsip abadi menjadi nilai yang menjaga arah dalam setiap fase kehidupan, sementara kunci kesuksesan membahas sikap dan kebiasaan yang perlu dijaga agar tujuan hidup dapat tercapai secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, buku ini tidak hanya bersifat inspiratif, tetapi juga aplikatif. Pembaca diajak untuk melakukan refleksi personal, memahami posisi hidupnya saat ini, serta membangun keberanian untuk melangkah ke fase berikutnya.

“Buku ini bukan hanya tentang kisah saya, melainkan undangan bagi para pembaca untuk mulai berkata YES dan menuliskan versi The Man Who Said Yes mereka sendiri,” jelasnya.

Saat ini, Jiu Kian memimpin jaringan bisnis yang tersebar di 16 kota di seluruh Indonesia dengan 11 kantor agensi aktif. Jaringan tersebut menjadi tempat bertumbuh dan bekerja bagi lebih dari 2.500 mitra dan karyawan yang ia sebut sebagai para pejuang kehidupan. Baginya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari dampak sosial yang dapat dihadirkan bagi banyak orang. Baca juga: Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%

Buku The Man Who Said Yes kini tersedia di berbagai toko buku serta platform marketplace di Indonesia. Buku ini ditujukan bagi kalangan profesional muda, pelaku usaha, mahasiswa, serta siapa pun yang tengah mencari keberanian untuk melangkah di tengah ketidakpastian saat ini.

Dengan gaya penulisan yang lugas dan reflektif, buku ini diharapkan dapat menjadi teman perjalanan bagi pembaca dalam menghadapi dinamika kehidupan. Sekaligus pengingat bahwa terkadang satu kata sederhana dapat menjadi awal dari perubahan terbesar dalam hidup.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Buku Authentic Halal...
Buku Authentic Halal Brand Diluncurkan, Halal Kini Jadi Identitas dan Kunci Kepercayaan Konsumen
Terbitkan Buku Politik...
Terbitkan Buku Politik Hukum Kepolisian, Eks Kapolri: Masukan untuk RUU Polri
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Lili Romli Nilai Buku...
Lili Romli Nilai Buku Ilmu Politik Boni Hargens Layak Jadi Referensi
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved