KPK Tantang Noel Buka-bukaan di Persidangan soal Ormas Non-agama dan Parpol Inisial K
Senin, 26 Januari 2026 - 21:10 WIB
loading...
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) untuk menyampaikan fakta yang diketahui terkait dugaan rasuah di dalam persidangan. Hal ini berkaitan dengan keterangan Noel yang menyebut ada partai politik (parpol) dan ormas yang terlibat dalam pemerasan.
Noel memang menyebut ada partai yang terlibat di balik kasus dugaan korupsi sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Namun, hal itu disampaikan Noel di luar persidangan.
"Jika memiliki informasi-informasi lain yang diduga terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan, silakan disampaikan di depan majelis hakim. Supaya itu kemudian menjadi fakta persidangan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Ungkap Inisial Parpol Terlibat Dalam Kasusnya, Noel: Partainya Ada Huruf K
Sebab, menurut Budi, setiap fakta persidangan juga akan dianalisis oleh jaksa penuntut umum (JPU). Dengan demikian, keterangan itu pun bisa disidik lebih lanjut.
"Setiap fakta persidangan tentu akan dianalisis oleh tim JPU KPK untuk melihat apakah kemudian nanti bisa menjadi bukti baru untuk proses atau pengembangan penyidikan," ungkap Budi.
Oleh karenanya, KPK juga meminta Noel untuk lebih berfokus dalam persidangan. Menurut dia, hal ini justru akan membantu berjalan efektifnya suatu proses persidangan.
"Kami tentu mengimbau ya kepada terdakwa agar lebih fokus untuk mengikuti persidangan dengan menyampaikan fakta-fakta dengan benar dan utuh sehingga bisa membantu proses persidangan ini bisa berjalan efektif," tandas Budi.
Diketahui sebelumnya, Noel memberikan bocoran ihwal partai politik (parpol) yang diduga turut terlibat dalam pusaran kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Hal itu diungkapkan Noel sebelum menjalani sidang lanjutan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Noel pun mengungkapkan, inisial partai yang terlibat ada huruf "K." Untuk organisasi masyarakat, bukan berbasis agama.
"Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama. Partainya ada huruf K nya. Udah itu dulu clue nya ya," ujar Noel.
Noel enggan menyebutkan singkatan partai tersebut. Ia juga enggan membocorkan warna partai tersebut. "Nggak boleh tahu dong," katanya.
Noel memang menyebut ada partai yang terlibat di balik kasus dugaan korupsi sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Namun, hal itu disampaikan Noel di luar persidangan.
"Jika memiliki informasi-informasi lain yang diduga terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan, silakan disampaikan di depan majelis hakim. Supaya itu kemudian menjadi fakta persidangan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Ungkap Inisial Parpol Terlibat Dalam Kasusnya, Noel: Partainya Ada Huruf K
Sebab, menurut Budi, setiap fakta persidangan juga akan dianalisis oleh jaksa penuntut umum (JPU). Dengan demikian, keterangan itu pun bisa disidik lebih lanjut.
"Setiap fakta persidangan tentu akan dianalisis oleh tim JPU KPK untuk melihat apakah kemudian nanti bisa menjadi bukti baru untuk proses atau pengembangan penyidikan," ungkap Budi.
Oleh karenanya, KPK juga meminta Noel untuk lebih berfokus dalam persidangan. Menurut dia, hal ini justru akan membantu berjalan efektifnya suatu proses persidangan.
"Kami tentu mengimbau ya kepada terdakwa agar lebih fokus untuk mengikuti persidangan dengan menyampaikan fakta-fakta dengan benar dan utuh sehingga bisa membantu proses persidangan ini bisa berjalan efektif," tandas Budi.
Diketahui sebelumnya, Noel memberikan bocoran ihwal partai politik (parpol) yang diduga turut terlibat dalam pusaran kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Hal itu diungkapkan Noel sebelum menjalani sidang lanjutan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Noel pun mengungkapkan, inisial partai yang terlibat ada huruf "K." Untuk organisasi masyarakat, bukan berbasis agama.
"Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama. Partainya ada huruf K nya. Udah itu dulu clue nya ya," ujar Noel.
Noel enggan menyebutkan singkatan partai tersebut. Ia juga enggan membocorkan warna partai tersebut. "Nggak boleh tahu dong," katanya.
(rca)
Lihat Juga :