Pesantren Tanpa Unit Usaha: Menjaga Keikhlasan, Menjamin Keberlanjutan

Senin, 26 Januari 2026 - 18:40 WIB
loading...
Pesantren Tanpa Unit...
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta. Foto/Dok Pribadi.
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Saat biaya operasional pendidikan dan tuntutan mutu yang kian tinggi, pesantren menghadapi tantangan, bagaimana menjaga keberlangsungan lembaga tanpa kehilangan keikhlasan. Ketergantungan pada SPP santri, donasi insidental, atau bantuan pemerintah yang sifatnya terbatas dan kompetitif membuat banyak pesantren berada dalam kondisi yang rentan, terutama dalam jangka panjang.

Situasi ini menuntut pesantren untuk tidak hanya kuat secara nilai, tetapi juga tangguh secara kelembagaan. Di sinilah pemahaman tentang unit usaha pesantren menjadi relevan, bukan sebagai bentuk komersialisasi pendidikan, melainkan sebagai ikhtiar menjaga amanah dan keberlanjutan pengabdian.

> Keikhlasan tidak pernah menuntut pesantren menjadi lemah secara ekonomi; justru meniscayakan ikhtiar agar pesantren tetap hidup dan bermartabat.

Dalam khazanah fiqh, terdapat kaidah fundamental:

مَا لَا يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

“Sesuatu yang tanpanya kewajiban tidak dapat terlaksana, maka ia menjadi wajib.”

Pendidikan adalah kewajiban. Menjaga pesantren agar tetap hidup sebagai pusat tafaqquh fiddin adalah amanah. Maka, ikhtiar ekonomi yang menopang keberlangsungan pesantren bukanlah penyimpangan dari keikhlasan, melainkan bagian tak terpisahkan.

Rasulullah SAW sebagai teladan kita telah memperkuat prinsip ini. Dalam hadis riwayat al-Bukhari, beliau menegaskan bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. Spirit kemandirian ini sejatinya telah lama hidup dalam tradisi pesantren.

Pesantren dalam Perspektif Teori Organisasi


Dalam teori organisasi modern, resource dependency theory (Pfeffer & Salancik) menjelaskan bahwa lembaga yang sepenuhnya bergantung pada sumber eksternal akan berada dalam kondisi tidak stabil. Ketergantungan tersebut membatasi ruang gerak, mengganggu perencanaan jangka panjang, dan membuat lembaga mudah goyah oleh perubahan kebijakan maupun situasi ekonomi.

Peter Drucker menyebut bahwa organisasi sosial, termasuk pendidikan, harus dikelola dengan orientasi keberlanjutan (sustainability), bukan sekadar bertahan hidup. Bagi pesantren, unit usaha berfungsi sebagai buffer system, penyangga agar misi pendidikan dan dakwah tidak terganggu oleh krisis keuangan.

Tradisi Kemandirian dalam Sejarah Pesantren


Gagasan kemandirian ekonomi bukanlah barang baru dalam tradisi pesantren. Banyak kiai pendiri pesantren yang mengelola pertanian, perdagangan, dan usaha rakyat sebagai penopang lembaga. KH. Hasyim Asy’ari, misalnya, menjaga kemandirian Pesantren Tebuireng agar tidak mudah ditekan oleh kepentingan eksternal, termasuk kolonialisme.

Prinsip tawazun, keseimbangan antara spiritualitas dan rasionalitas, menjadi landasan penting. Pesantren tidak diajarkan membenci dunia, tetapi mengelolanya secara proporsional demi kemaslahatan umat.

Wakaf Produktif dan Unit Usaha Pesantren


Dalam konteks kekinian, salah satu instrumen strategis yang sejalan dengan nilai pesantren adalah wakaf produktif. Wakaf tidak berhenti pada aset diam, tetapi dikelola secara profesional melalui unit usaha yang amanah, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

Unit usaha pesantren dapat dikembangkan dari aset wakaf tanah untuk pertanian atau properti produktif, koperasi dan UMKM santri, layanan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, hingga usaha pendukung kebutuhan harian pesantren. Kuncinya terletak pada tata kelola yang baik.

Dalam prinsip good governance, pemisahan peran menjadi mutlak. Kiai dan pendidik tetap fokus pada pengasuhan dan keilmuan, sementara unit usaha dikelola secara profesional oleh pihak yang kompeten.

Al-Qur’an menegaskan:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak.” (QS. an-Nisa: 58)

Mengelola wakaf dan unit usaha pesantren tanpa tata kelola yang baik justru bertentangan dengan prinsip amanah tersebut.

Unit usaha tidak akan merusak marwah pesantren selama ia ditempatkan sebagai pelayan misi, bukan penguasa visi. Keuntungan bukan untuk menumpuk kekayaan, melainkan untuk menjaga mutu pendidikan, memuliakan guru, dan memberdayakan santri.

Pesantren tanpa unit usaha mungkin masih bisa bertahan hari ini. Namun tanpa kemandirian ekonomi, pesantren akan terus berada dalam posisi rapuh dan bergantung kepadaa pihak luar. Tantangan zaman menuntut pesantren untuk naik kelas dengan tetap tawadhu’, tetap ikhlas, tetapi berani mandiri.

Karena menjaga keberlanjutan pesantren, pada akhirnya, adalah bagian dari menjaga agama dan masa depan umat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Rekomendasi
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs China: 38 Tahun Tanpa Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved