Noel Anggap KPK Lakukan Operasi Tipu-Tipu: Hukum Mati Saya!
Senin, 26 Januari 2026 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Ia mencontohkan dirinya kala terjerat perkara tersebut. "Pertama saya waktu apa, katanya di OTT. Mereka bilang, 'Pak, datang, Pak, ke kantor saya.' 'Mau ngapain?' Saya bilang. 'Ada klarifikasi, mau dikonfrontir.' Pas saya datang, paginya saya di-TSK-in," ungkapnya.
"Kemudian, 'Pak, mobil-mobil Bapak mana semuanya?' Saya kasih mobil saya. Besoknya saya di-framing 32 mobil hasil pemerasan. Kemudian lanjut lagi, 'Pak, kooperatif saja, Pak. Nanti ini... bla bla bla-nya.' Besoknya, saya di-framing Rp201 miliar hasil pemerasan Immanuel," tambahnya.Baca juga: Ungkap Inisial Parpol Terlibat Dalam Kasusnya, Noel: Partainya Ada Huruf K
Kendati demikian, Noel ingin melihat bukti KPK bahwa ada pengusaha yang diperas. Ia pun mewanti-wanti lembaga anturasuah untuk tak salahkan rakyat untuk mengatasi kelicikan dan kejahatan ini.
"Karena mereka selalu berbohong framing-nya. Yang dia bohongi itu presiden, yang mereka bohongi itu rakyat. Enggak malu, kasus ASDP. Mereka berpolitik. Makanya saya, pertanyaan saya, KPK ini lembaga hukum atau konten kreator? Itu, publik harus tahu," kata Noel.
"Kalau saya sih sudah berharap satu. Harapan saya, hukum mati saya. Karena saya komit terhadap isu ini, terkait hukuman mati. Tapi jika tidak, hukum saya seringan-ringannya. Apapun yang namanya korupsi, basisnya pertama kebohongan. Dasar dari korupsi adalah kebohongan," pungkasnya.
"Kemudian, 'Pak, mobil-mobil Bapak mana semuanya?' Saya kasih mobil saya. Besoknya saya di-framing 32 mobil hasil pemerasan. Kemudian lanjut lagi, 'Pak, kooperatif saja, Pak. Nanti ini... bla bla bla-nya.' Besoknya, saya di-framing Rp201 miliar hasil pemerasan Immanuel," tambahnya.Baca juga: Ungkap Inisial Parpol Terlibat Dalam Kasusnya, Noel: Partainya Ada Huruf K
Kendati demikian, Noel ingin melihat bukti KPK bahwa ada pengusaha yang diperas. Ia pun mewanti-wanti lembaga anturasuah untuk tak salahkan rakyat untuk mengatasi kelicikan dan kejahatan ini.
"Karena mereka selalu berbohong framing-nya. Yang dia bohongi itu presiden, yang mereka bohongi itu rakyat. Enggak malu, kasus ASDP. Mereka berpolitik. Makanya saya, pertanyaan saya, KPK ini lembaga hukum atau konten kreator? Itu, publik harus tahu," kata Noel.
"Kalau saya sih sudah berharap satu. Harapan saya, hukum mati saya. Karena saya komit terhadap isu ini, terkait hukuman mati. Tapi jika tidak, hukum saya seringan-ringannya. Apapun yang namanya korupsi, basisnya pertama kebohongan. Dasar dari korupsi adalah kebohongan," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :