Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut Perkuat Kelembagaan dan Kemitraan Iklim
Rabu, 21 Januari 2026 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Penguatan KKMD diarahkan untuk memastikan rehabilitasi mangrove dilaksanakan secara terkoordinasi, akuntabel, dan berkelanjutan, mencakup aspek kebijakan, kapasitas, aksi dan pelaporan, pendanaan, serta kemitraan.
Baca juga: Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenhut Komitmen Perkuat Perhutanan Sosial
Dyah juga menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kunci agar rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata.
“Kami memastikan rehabilitasi mangrove dibangun di atas kelembagaan yang kuat. KKMD berperan sebagai simpul koordinasi lintas sektor di daerah, sehingga rehabilitasi mangrove dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Dyah
Ia menambahkan Kementerian Kehutanan akan mendorong rehabilitasi mangrove melalui skema kemitraan multipihak. Pendekatan ini membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta mitra internasional, sebagai bagian dari dukungan terhadap aksi mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon.
“Rehabilitasi mangrove memiliki posisi strategis dalam agenda iklim nasional karena manfaatnya yang bersifat multi-dimensi. Mangrove bukan hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap mitigasi perubahan iklim. Karena itu, kemitraan dengan berbagai pihak akan terus kami dorong agar rehabilitasi mangrove dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Baca juga: Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenhut Komitmen Perkuat Perhutanan Sosial
Dyah juga menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kunci agar rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata.
“Kami memastikan rehabilitasi mangrove dibangun di atas kelembagaan yang kuat. KKMD berperan sebagai simpul koordinasi lintas sektor di daerah, sehingga rehabilitasi mangrove dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Dyah
Ia menambahkan Kementerian Kehutanan akan mendorong rehabilitasi mangrove melalui skema kemitraan multipihak. Pendekatan ini membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta mitra internasional, sebagai bagian dari dukungan terhadap aksi mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon.
“Rehabilitasi mangrove memiliki posisi strategis dalam agenda iklim nasional karena manfaatnya yang bersifat multi-dimensi. Mangrove bukan hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap mitigasi perubahan iklim. Karena itu, kemitraan dengan berbagai pihak akan terus kami dorong agar rehabilitasi mangrove dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Lihat Juga :