Survei Median: Prabowo Pimpin Elektabilitas Capres jika Pilpres Digelar Hari Ini
Selasa, 20 Januari 2026 - 17:32 WIB
loading...
Survei Median merilis temuan terbaru terkait peta elektabilitas capres jika Pilpres digelar hari ini berdasarkan survei opini pengguna media sosial. Hasilnya menunjukkan Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Media Survei Nasional (Median) merilis temuan terbaru terkait peta elektabilitas calon presiden (capres) jika Pilpres digelar hari ini berdasarkan survei opini pengguna media sosial. Temuan ini merupakan bagian dari laporan “Bedah Opini Penanganan Bencana Sumatera & Isu Politik Lainnya” yang dipublikasikan Selasa (20/1/2026).
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengungkapkan hasil survei menunjukkan Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dalam daftar elektabilitas sementara capres. Berdasarkan jawaban responden atas pertanyaan, “Jika pemilu presiden diadakan saat ini, siapa tokoh yang akan Anda pilih menjadi calon Presiden Republik Indonesia?” Prabowo memperoleh dukungan sebesar 27,8 persen.
Di posisi kedua, nama Anies Baswedan mencatatkan elektabilitas sebesar 19,9 persen disusul Dedi Mulyadi di peringkat ketiga dengan dukungan 17,4 persen.
Baca juga: Gerindra Dorong Prabowo Jadi Capres 2029, Petinggi Golkar: Itu Bagus
Sementara, di bawah tiga besar elektabilitas tokoh-tokoh lainnya terpaut cukup jauh. Purbaya Yudhi Sadewa berada di peringkat keempat dengan 4,0 persen disusul Ganjar Pranowo sebesar 3,3 persen. Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 2,9 persen, Gibran Rakabuming Raka 2,4 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 2,0 persen.
Nama Mahfud MD tercatat memperoleh elektabilitas 1,6 persen, sementara Pramono Anung berada di posisi kesepuluh dengan 1,2 persen. “Data ini menunjukkan bahwa elektabilitas masih terkonsentrasi pada beberapa figur utama, sementara kandidat lainnya berada dalam posisi yang relatif terbuka untuk mengalami pergeseran tergantung dinamika politik, isu publik, dan strategi komunikasi ke depan,” ungkap Rico.
Peta elektabilitas ini mencerminkan preferensi publik pengguna media sosial pada satu titik waktu, bukan hasil akhir kontestasi politik. Dinamika opini publik masih sangat cair dan dapat berubah seiring dengan perkembangan isu nasional, kinerja tokoh, serta intensitas interaksi mereka di ruang publik.
Survei Median ini dilaksanakan pada 9 hingga 13 Januari 2026 melalui penyebaran kuesioner di media sosial. Responden merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas, dengan distribusi sampel dilakukan secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Total responden yang terlibat dalam survei ini berjumlah 1.000 orang.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengungkapkan hasil survei menunjukkan Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dalam daftar elektabilitas sementara capres. Berdasarkan jawaban responden atas pertanyaan, “Jika pemilu presiden diadakan saat ini, siapa tokoh yang akan Anda pilih menjadi calon Presiden Republik Indonesia?” Prabowo memperoleh dukungan sebesar 27,8 persen.
Di posisi kedua, nama Anies Baswedan mencatatkan elektabilitas sebesar 19,9 persen disusul Dedi Mulyadi di peringkat ketiga dengan dukungan 17,4 persen.
Baca juga: Gerindra Dorong Prabowo Jadi Capres 2029, Petinggi Golkar: Itu Bagus
Sementara, di bawah tiga besar elektabilitas tokoh-tokoh lainnya terpaut cukup jauh. Purbaya Yudhi Sadewa berada di peringkat keempat dengan 4,0 persen disusul Ganjar Pranowo sebesar 3,3 persen. Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 2,9 persen, Gibran Rakabuming Raka 2,4 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 2,0 persen.
Nama Mahfud MD tercatat memperoleh elektabilitas 1,6 persen, sementara Pramono Anung berada di posisi kesepuluh dengan 1,2 persen. “Data ini menunjukkan bahwa elektabilitas masih terkonsentrasi pada beberapa figur utama, sementara kandidat lainnya berada dalam posisi yang relatif terbuka untuk mengalami pergeseran tergantung dinamika politik, isu publik, dan strategi komunikasi ke depan,” ungkap Rico.
Peta elektabilitas ini mencerminkan preferensi publik pengguna media sosial pada satu titik waktu, bukan hasil akhir kontestasi politik. Dinamika opini publik masih sangat cair dan dapat berubah seiring dengan perkembangan isu nasional, kinerja tokoh, serta intensitas interaksi mereka di ruang publik.
Survei Median ini dilaksanakan pada 9 hingga 13 Januari 2026 melalui penyebaran kuesioner di media sosial. Responden merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas, dengan distribusi sampel dilakukan secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Total responden yang terlibat dalam survei ini berjumlah 1.000 orang.
(jon)
Lihat Juga :