Dari Pendiri ke Sistem: Bagaimana Pesantren Bisa Lestari, Mandiri, dan Melampaui Zamannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:15 WIB
loading...
Dari Pendiri ke Sistem:...
Keabadian pesantren bukanlah takdir, melainkan hasil dari ikhtiar kolektif yang disengaja. Foto/Universitas Darunnajah Jakarta.
A A A
Hadiyanto Arief & Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Di balik ribuan pesantren yang berdiri kokoh di Nusantara, tersimpan sebuah pertanyaan mendasar yaitu bagaimana lembaga pendidikan Islam tertua ini bisa bertahan dan berkembang, bukan hanya untuk satu generasi pendiri, tetapi untuk ratusan tahun ke depan?

Dalam euforia pertumbuhan jumlah pesantren yang kini mencapai lebih dari 42.000 lembaga, tantangan krusial justru terletak pada keberlanjutan (sustainability) dan keabadian (longevity)-nya. Banyak pesantren lahir dari karisma seorang kiai, namun hanya sedikit yang berhasil membangun sistem yang mampu hidup melampaui sang pendiri.

Menjawab tantangan ini memerlukan pergeseran paradigma dari sekadar bertahan menjadi berkembang dan berkelanjutan. Kerangka pikir “Golden Circle” (Mengapa, Bagaimana, Apa) yang diperkenalkan Simon Sinek, jika diterapkan pada ekosistem pesantren, dapat menjadi peta jalan menuju keabadian tersebut.

Misi yang Melampaui Individu


Alasan terdalam mengapa pesantren harus abadi bukanlah soal kelembagaan semata, melainkan soal amanah peradaban. Pesantren hadir untuk menjawab panggilan Ilahi dalam mencerdaskan umat, melestarikan khazanah keilmuan Islam dengan sanad yang terjaga, dan menjadi penjaga nilai-nilai moderat serta rahmatan lil ‘alamin. Ia adalah “organisme yang terus belajar, bertahan, menyesuaikan diri dan mendorong perubahan”. Misi ini terlalu besar dan penting untuk bergantung pada satu figur. Keabadian pesantren adalah syarat mutlak agar misi mulia ini tidak terputus oleh zaman dan pergantian generasi.

Untuk mewujudkan keabadian tersebut, pesantren perlu membangun "how" yaitu cara atau sistem pengelolaan yang kokoh namun lentur. Kuncinya ada pada transisi dari kepemimpinan personal menuju kepemimpinan sistem. Dalam hal ini ada beberapa yang perlu dipertegas:

Pertama, Manajemen Bernilai, Bukan Sekadar Administrasi, tata kelola pesantren jangan sampai kehilangan ruhnya. Setiap elemen, dari kurikulum, pengasuhan, hingga keuangan harus dijalankan dengan kesadaran bahwa mengelola pesantren adalah ibadah dan amanah. Sistem ini harus memastikan bahwa nilai-nilai Islam menjadi jantung dalam setiap keputusan operasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved