Neo Letto Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Patub Ajak yang Tak Puas Bisa Roasting di Maiyahan
Minggu, 18 Januari 2026 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
"Duit pajekku saiki dinggo nggaji gus Sabrang berati saiki," imbuh @farouxxx.
Sebelumnya Noe Letto dan 11 pakar dari berbagai disiplin ilmu dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Sebanyak 12 Tenaga Ahli DPN itu dilantik lansung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain Noe Letto, di antaranya ada advokat Frank Alexander Hutapea yang merupakan putra dari Hotman Paris Hutapea. Dilihat dari akun media sosial resmi Kementerian Pertahanan @kemhanri, pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026). Penunjukan para ahli ini tertuang dalam Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pun mengonfirmasi bahwa Noe Letto menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan DPN.
"Benar, Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 Tenaga Ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional. Setelah dilantik, yang bersangkutan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional," ujar Brigjen Rico kepada awak media, Minggu (18/1/2026).
Diketahui Sabrang atau Noe Letto merupakan putra budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun). Meski lebih dikenal publik sebagai vokalis band Letto, Noe dipilih karena kompetensi pemikiran strategis lintas disiplin yang dimilikinya. Brigjen Rico menjelaskan bahwa kontribusi Noe akan difokuskan pada perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis.
"Intinya bidang keahlian yang bersangkutan difokuskan pada kontribusi pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis yang relevan untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional," tambahnya.
"Duit pajekku saiki dinggo nggaji gus Sabrang berati saiki," imbuh @farouxxx.
Sebelumnya Noe Letto dan 11 pakar dari berbagai disiplin ilmu dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Sebanyak 12 Tenaga Ahli DPN itu dilantik lansung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain Noe Letto, di antaranya ada advokat Frank Alexander Hutapea yang merupakan putra dari Hotman Paris Hutapea. Dilihat dari akun media sosial resmi Kementerian Pertahanan @kemhanri, pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026). Penunjukan para ahli ini tertuang dalam Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pun mengonfirmasi bahwa Noe Letto menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan DPN.
"Benar, Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 Tenaga Ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional. Setelah dilantik, yang bersangkutan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional," ujar Brigjen Rico kepada awak media, Minggu (18/1/2026).
Diketahui Sabrang atau Noe Letto merupakan putra budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun). Meski lebih dikenal publik sebagai vokalis band Letto, Noe dipilih karena kompetensi pemikiran strategis lintas disiplin yang dimilikinya. Brigjen Rico menjelaskan bahwa kontribusi Noe akan difokuskan pada perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis.
"Intinya bidang keahlian yang bersangkutan difokuskan pada kontribusi pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis yang relevan untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional," tambahnya.
Lihat Juga :