Yenny Wahid Bicara Soal Polemik Komika Pandji yang Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:13 WIB
loading...
Yenny Wahid Bicara Soal...
Pandji Pragiwaksono. Foto/IG Pandji Pragiwaksono
A A A
JAKARTA - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh ( Yenny Wahid ), bicara soal polemik stand up comedy Mens Rea yang membuat komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi. Menurut Yenny, banyak orang yang gelisah dan disuarakan Pandji.

"Kegelisahan ini nggak akan hilang dengan cara Pandji dipidanakan. Kegelisahan ini akan makin tambah-tambah lagi. Cara menghadapinya harus bijaksana," ujar Yenny dalam siniar atau podcast Bikin Terang, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Yenny mencontohkan, ketika anak kita mengamuk lalu malah dimarahi, maka anak tersebut akan makin ngamuk. Namun, kalau ditenangkan, selanjutnya bisa mengobrol mencari solusi atau jalan keluar.

Baca Juga: Inayah Wahid Sepakat dengan Temannya yang Bilang Humor sebagai Pilar Kelima Demokrasi

"Jadi menurut saya kita semua harus berbesar hati menangkap kegelisahan di masyarakat. Kita dengarkan, karena hakikat dari penguasa juga harus mau mendengarkan apa yang menjadi keresahan masyarakat," katanya.

Yenny mengatakan, komedi dibutuhkan untuk menjaga kewarasan bangsa. "Kalau nggak ada komedi, kering banget ini bangsa," ujarnya.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Bakal Panggil Komika Pandji Pragiwaksono

Secara pribadi, Yenny tidak mengenal orang yang melaporkan Pandji ke polisi. Bahkan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah pun menyatakan yang melaporkan Pandji tidak mewakili organisasi.

Tentang materi stand up Pandji tentang adanya ormas agama yang menerima konsesi tambang, Yenny mengatakan itu adalah fakta. Konsekuensinya, banyak orang termasuk dirinya, yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Secara pribadi Yenny berpendapat, ormas agama tugasnya adalah mewakili suara hati masyarakat. Menjaga etika dan moral di masyarakat, menjadi partner pemerintah, mendampingi dan mengkritisi pemerintah.

"Ketika menerima tambang dari pemerintah, ada potensi mereka akan terkooptasi. Suaranya menjadi hilang, nggak bisa kritis lagi. Nah, kalau sudah hilang kekritisannya, reputasi dan kredibilitasnya akan hilang."

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik buntut materi stand up comedy yang ia bawakan dalam acara bertajuk Mens Rea.

Materi tersebut dinilai menyinggung dan merugikan organisasi Islam besar di Indonesia. Laporan itu dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Aduan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid mengatakan, langkah hukum ditempuh karena materi komedi Pandji dianggap tidak lagi sekadar hiburan, melainkan sudah menjurus pada penghinaan dan fitnah yang memicu kegaduhan publik. "Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media," kata Rizki kepada wartawan.

Polda Metro Jaya menegaskan akan menangani laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono secara profesional. Polisi juga memastikan akan transparan dalam pengusutan laporan terhadap Pandji terkait acara 'Mens Rea’ tersebut.



"Polda Metro Jaya akan profesional, proporsional, dan transparan dalam proses penanganan perkara ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip Minggu (11/1/2026).

Budi juga menerangkan, pihaknya akan melakukan klarifikasi terlebih dulu kepada pihak pelapor. Selain itu, polisi akan menganalisis barang bukti berupa rekaman materi 'Mens Rea' yang diserahkan.

"Penyelidik dan penyidik akan melakukan undangan klarifikasi. Kami sampaikan, kami ulangi melakukan undangan klarifikasi kepada pelapor serta akan melakukan analisa barang bukti terhadap satu buah flashdisk rekaman kegiatan, percakapan satu buah screenshot dari kegiatan gambar dan ini akan dilakukan analisa," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Siasat Permendikbud...
Siasat Permendikbud Kasus Chromebook: Mens Rea yang Sulit Dibantah
Jejak Digital Nadiem...
Jejak Digital Nadiem Makarim dan Ibrahim Arief Dinilai Bisa Jadi Bukti Mens Rea dalam Proyek Chromebook
Koalisi #BebaskanArief...
Koalisi #BebaskanArief Soroti Tidak Adanya Unsur Mens Rea dalam Kasus Indofarma
Pandji Pragiwaksono...
Pandji Pragiwaksono Dicecar 17 Pertanyaan oleh Bareskrim
Pandji Pragiwaksono...
Pandji Pragiwaksono Bicara Peluang Restorative Justice di Kasus Adat Toraja
Kenny Austin Nikmati...
Kenny Austin Nikmati Peran Dokter Bagas di Tobat Jatuh Cinta, Akui Betah Main Komedi
Praz Teguh Tegaskan...
Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Rekomendasi
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved