MBG Selama Ramadan Penting untuk Pemenuhan Nutrisi dan Perputaran Roda Ekonomi Mikro
Jum'at, 16 Januari 2026 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Pandangan ini didasarkan pada prinsip ilmu gizi dan kesehatan anak, bukan pada aspek kebijakan program. Selain itu, MBG juga dinilai akan lebih tepat diberikan pada waktu sahur dibandingkan saat berbuka.
Dia menekankan pentingnya peran guru dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada murid. Edukasi sederhana tentang pola makan sehat saat Ramadan dinilai dapat membantu anak menghindari konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan gorengan saat berbuka.
Tidak hanya untuk memenuhi gizi harian masyarakat, di tahun 2026 pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun bagi program MBG. Hal ini menunjukkan program MBG juga menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional sekaligus roda penggerak perekonomian lokal.
Salah satu contoh bagaimana MBG menggerakkan ekonomi lokal di Kota Pekanbaru disampaikan oleh Windra Pricindi Anatasia, Mitra SPPG, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.
Menurut Windra, kebutuhan bahan pangan di dapur SPPG meningkat secara signifikan, sehingga para mitra harus menambah tenaga kerja baru untuk proses pengemasan hingga pengiriman.
"Seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib menyediakan bahan baku kualitas premium, mulai dari tempe, tahu, ayam, ikan, sayuran, buah, hingga bahan lainnya. Kebutuhan bahan baku mendekati 4.000 kilogram per hari. Untuk ayam saja 300–350 kilogram, sementara sayuran 100–200 kilogram setiap hari," ungkapnya.
Dia menekankan pentingnya peran guru dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada murid. Edukasi sederhana tentang pola makan sehat saat Ramadan dinilai dapat membantu anak menghindari konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan gorengan saat berbuka.
Tidak hanya untuk memenuhi gizi harian masyarakat, di tahun 2026 pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun bagi program MBG. Hal ini menunjukkan program MBG juga menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional sekaligus roda penggerak perekonomian lokal.
Salah satu contoh bagaimana MBG menggerakkan ekonomi lokal di Kota Pekanbaru disampaikan oleh Windra Pricindi Anatasia, Mitra SPPG, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.
Menurut Windra, kebutuhan bahan pangan di dapur SPPG meningkat secara signifikan, sehingga para mitra harus menambah tenaga kerja baru untuk proses pengemasan hingga pengiriman.
"Seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib menyediakan bahan baku kualitas premium, mulai dari tempe, tahu, ayam, ikan, sayuran, buah, hingga bahan lainnya. Kebutuhan bahan baku mendekati 4.000 kilogram per hari. Untuk ayam saja 300–350 kilogram, sementara sayuran 100–200 kilogram setiap hari," ungkapnya.
Lihat Juga :