81,1 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan, BMKG: 3 Provinsi Masuk Kategori Awas
Rabu, 14 Januari 2026 - 09:26 WIB
loading...
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan hingga pertengahan Januari 2026 ini sebanyak 81.1% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah masuk musim hujan. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hingga pertengahan Januari 2026 ini sebanyak 81,1% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah masuk musim hujan. Sementara, ada 3 provinsi yang berada pada klasifikasi awas curah hujan tinggi.
BMKG melaporkan wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Lampung, Bangka Belitung, sebagian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.
Baca juga: Hujan Deras Diprediksi Landa Jakarta, BPBD Diminta Terapkan Modifikasi Cuaca hingga 17 Januari
Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Utara, Maluku, dan Pulau Papua.
"Curah hujan pada Dasarian I Januari 2026 bervariasi dari kriteria Sangat Tinggi 0,5%, Tinggi 20,2%, Menengah 70,2%, dan Rendah 9,1%," tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Kriteria curah hujan tinggi hingga sangat tinggi terjadi di sebagian Aceh, sebagian Sumatera Barat, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Lampung.
Baca juga: 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta Akibat Cuaca Buruk
Selanjutnya sebagian kecil Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Kalimantan Selatan, Sebagian Sulawesi dan sebagian kecil Papua Selatan.
Pada Januari II 2026 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah menengah (20-150 mm/dasarian). Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi-sangat tinggi (>150 mm/dasarian) meliputi Banten, Jakarta sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian kecil NTB, sebagian NTT, dan sebagian Sulawesi Selatan.
"Dasarian ini terdapat wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada klasifikasi awas di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," papar BMKG.
BMKG melaporkan wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Lampung, Bangka Belitung, sebagian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.
Baca juga: Hujan Deras Diprediksi Landa Jakarta, BPBD Diminta Terapkan Modifikasi Cuaca hingga 17 Januari
Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Utara, Maluku, dan Pulau Papua.
"Curah hujan pada Dasarian I Januari 2026 bervariasi dari kriteria Sangat Tinggi 0,5%, Tinggi 20,2%, Menengah 70,2%, dan Rendah 9,1%," tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Kriteria curah hujan tinggi hingga sangat tinggi terjadi di sebagian Aceh, sebagian Sumatera Barat, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Lampung.
Baca juga: 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta Akibat Cuaca Buruk
Selanjutnya sebagian kecil Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Kalimantan Selatan, Sebagian Sulawesi dan sebagian kecil Papua Selatan.
Pada Januari II 2026 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah menengah (20-150 mm/dasarian). Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi-sangat tinggi (>150 mm/dasarian) meliputi Banten, Jakarta sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian kecil NTB, sebagian NTT, dan sebagian Sulawesi Selatan.
"Dasarian ini terdapat wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada klasifikasi awas di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," papar BMKG.
(shf)
Lihat Juga :