KPU Gelar Rapat usai KIP Kabulkan Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi
Selasa, 13 Januari 2026 - 20:05 WIB
loading...
KPU akan menggelar rapat merespons putusan KIP yang mengabulkan gugatan Bonatua Silalahi terkait dokumen ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat sebagai tindak lanjut putusan Komisi Informasi Pusat (KIP). Putusan KIP mengabulkan gugatan Bonatua Silalahi terkait dokumen ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Komisioner KPU Iffa Rosita menyebut rapat tersebut akan dihadiri oleh Ketua KPU Mochammad Afifuddin dan komisioner lain. Iffa menambahkan, saat ini pihaknya juga belum menerima salinan utuh putusan tersebut.
Baca juga: KIP Kabulkan Gugatan Keterbukaan Ijazah Jokowi, Bonatua Minta KPU Tak Ajukan Banding
"Ya (akan rapat), selain itu kami juga belum terima berkas salinan putusannya untuk kami bisa pelajari lebih lanjut," ujar Iffa saat dihubungi Selasa (13/1/2026).
Ia menyebut selagi belum diadakannya rapat bersama Ketua KPU, maka ia belum bisa memutuskan langkah hukum lanjut, apakah penyelanggara pemilu akan mengajukan banding.
"Kami belum bertemu untuk membahas lebih lanjut terkait putusan KIP ini," ujar dia.
Baca juga: KIP Kabulkan Seluruh Gugatan Bonatua yang Minta Ijazah Jokowi ke KPU
Diberitakan sebelumnya, putusan perkara Nomor 074/X/KIP-PSI/2025 dikabulkan KIP pada, Selasa (13/1/2026). Dengan putusan ini, sembilan item terkait riwayat pendidikan Jokowi yang sebelumnya ditutup oleh KPU harus dibuka ke publik.
Usai mendengarkan pengucapan putusan itu, Bonatua pun meminta KPU tak melayangkan banding. Ia mengingatkan KPU tak gunakan uang rakyat untuk banding atas putusan tersebut. Dia juga meminta KPU tak melawan publik dengan adanya gugatan itu.
"Saya ingatkan tolong KPU bahwa Anda jangan pakai duit rakyat melawan publik. Jangan pakai buat publik melawan publik," ujar Bonatua usai menjalani sidang putusan di KIP, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
Dia tak akan meladeni KPU bila melayangkan gugatan ke PTUN. Bonatua lebih mempersilakan publik menilai sikap KPU bila melayangkan gugatan.
"Artinya kalau mereka mengajukan banding ke PTUN itu sama saja dengan mereka melawan publik. Mereka menyuruh kita yang menggaji mereka dari pajak-pajak publik, melawan kita juga," ujarnya.
Komisioner KPU Iffa Rosita menyebut rapat tersebut akan dihadiri oleh Ketua KPU Mochammad Afifuddin dan komisioner lain. Iffa menambahkan, saat ini pihaknya juga belum menerima salinan utuh putusan tersebut.
Baca juga: KIP Kabulkan Gugatan Keterbukaan Ijazah Jokowi, Bonatua Minta KPU Tak Ajukan Banding
"Ya (akan rapat), selain itu kami juga belum terima berkas salinan putusannya untuk kami bisa pelajari lebih lanjut," ujar Iffa saat dihubungi Selasa (13/1/2026).
Ia menyebut selagi belum diadakannya rapat bersama Ketua KPU, maka ia belum bisa memutuskan langkah hukum lanjut, apakah penyelanggara pemilu akan mengajukan banding.
"Kami belum bertemu untuk membahas lebih lanjut terkait putusan KIP ini," ujar dia.
Baca juga: KIP Kabulkan Seluruh Gugatan Bonatua yang Minta Ijazah Jokowi ke KPU
Diberitakan sebelumnya, putusan perkara Nomor 074/X/KIP-PSI/2025 dikabulkan KIP pada, Selasa (13/1/2026). Dengan putusan ini, sembilan item terkait riwayat pendidikan Jokowi yang sebelumnya ditutup oleh KPU harus dibuka ke publik.
Usai mendengarkan pengucapan putusan itu, Bonatua pun meminta KPU tak melayangkan banding. Ia mengingatkan KPU tak gunakan uang rakyat untuk banding atas putusan tersebut. Dia juga meminta KPU tak melawan publik dengan adanya gugatan itu.
"Saya ingatkan tolong KPU bahwa Anda jangan pakai duit rakyat melawan publik. Jangan pakai buat publik melawan publik," ujar Bonatua usai menjalani sidang putusan di KIP, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
Dia tak akan meladeni KPU bila melayangkan gugatan ke PTUN. Bonatua lebih mempersilakan publik menilai sikap KPU bila melayangkan gugatan.
"Artinya kalau mereka mengajukan banding ke PTUN itu sama saja dengan mereka melawan publik. Mereka menyuruh kita yang menggaji mereka dari pajak-pajak publik, melawan kita juga," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :