Masyarakat Optimistis Reformasi Polri 2026 Membawa Kemajuan
Selasa, 13 Januari 2026 - 18:03 WIB
loading...
Direktur HAI Sandri Rumanama menyatakan kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menorehkan keberhasilan di berbagai bidang baik penegakan hukum hingga mengawal program pemerintah. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dengan slogan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) telah menorehkan keberhasilan di berbagai bidang baik penegakan hukum, pelayanan publik, hingga mengawal program pemerintah.
"Kesuksesan ini bagian dari transformasi Polri yang digaungkan pada tahun 2025 agar institusi ini terus berbenah," ujar Founder Kontra Narasi sekaligus Direktur Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: Akselerasi Transformasi Polri, Tuntaskan Agenda Reformasi TNI
Dia menuturkan transformasi Polri memberi penekanan pada pembenahan budaya organisasi sebagai fondasi dan indikator utama. "Pembenahan budaya organisasi itu melengkapi reformasi struktural dan fundamental guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat," katanya.
Aktivis berdarah Maluku itu mengatakan, analisa dan trafficing data menunjukkan kepercayan publik kepada institusi Polri meningkat. Dia menepis ucapan nyinyir yang menganggap kepercayaan pada Polri hanya sebatas klaim.
"Ini bukan klaim ya, ini fakta dan data. Rumah Politik Indonesia sudah merilis hasil survei mereka bahwa 76,2 persen publik optimistis transformasi Polri di 2026," ujarnya.
Optimisme ini karena melihat kinerja personel Polri yang terus berbenah dari tahun ke tahun. Reformasi Polri telah bertransformasi menjadi alat negara yang dekat dengan rakyat, menciptakan SDM personel Polri yang andal, humanis, komuniktif, dan kolaboratif.
"Kesuksesan ini bagian dari transformasi Polri yang digaungkan pada tahun 2025 agar institusi ini terus berbenah," ujar Founder Kontra Narasi sekaligus Direktur Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: Akselerasi Transformasi Polri, Tuntaskan Agenda Reformasi TNI
Dia menuturkan transformasi Polri memberi penekanan pada pembenahan budaya organisasi sebagai fondasi dan indikator utama. "Pembenahan budaya organisasi itu melengkapi reformasi struktural dan fundamental guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat," katanya.
Aktivis berdarah Maluku itu mengatakan, analisa dan trafficing data menunjukkan kepercayan publik kepada institusi Polri meningkat. Dia menepis ucapan nyinyir yang menganggap kepercayaan pada Polri hanya sebatas klaim.
"Ini bukan klaim ya, ini fakta dan data. Rumah Politik Indonesia sudah merilis hasil survei mereka bahwa 76,2 persen publik optimistis transformasi Polri di 2026," ujarnya.
Optimisme ini karena melihat kinerja personel Polri yang terus berbenah dari tahun ke tahun. Reformasi Polri telah bertransformasi menjadi alat negara yang dekat dengan rakyat, menciptakan SDM personel Polri yang andal, humanis, komuniktif, dan kolaboratif.
(jon)
Lihat Juga :