FAO Ungkap 43,5% Penduduk Indonesia Tak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi lewat MBG
Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyoroti agar MBG untuk ibu hamil, menyusui, bayi, balita di bawah dua tahun (baduta) dari keluarga miskin memiliki manfaat jangka panjang yang jauh lebih besar. Efisiensi dana juga sangat besar apabila MBG lebih tepat sasaran.
Sementara keluarga yang sudah mampu bisa mandiri memenuhi asupan gizi hariannya. Selain harus mengutamakan keluarga miskin, Prof. Soedjatmiko juga menyarankan agar MBG harus dibarengi dengan program percontohan pengolahan bahan pangan lokal.
“Agar keluarga mereka mampu menyiapkan makanan bergizi secara mandiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan,” jelasnya.
Apabila dilihat dari aspek pembangunan ekonomi, MBG adalah investasi strategis untuk membangun infrastruktur manusia Indonesia. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyampaikan bahwa program MBG berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman menjelaskan bahwa proyeksi tersebut merupakan hasil riset menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN). “PDB atau GDP meningkat moderat dengan puncaknya di angka 0,15 sampai 0,17 persen pada awal 2040-an,” ucap Rizal.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan yang dibangun hari ini adalah modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Namun begitu untuk mengimplementasikannya tentu tidak mudah. Perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program MBG bisa tepat sasaran dan berdampak lebih luas.
Sementara keluarga yang sudah mampu bisa mandiri memenuhi asupan gizi hariannya. Selain harus mengutamakan keluarga miskin, Prof. Soedjatmiko juga menyarankan agar MBG harus dibarengi dengan program percontohan pengolahan bahan pangan lokal.
“Agar keluarga mereka mampu menyiapkan makanan bergizi secara mandiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan,” jelasnya.
Apabila dilihat dari aspek pembangunan ekonomi, MBG adalah investasi strategis untuk membangun infrastruktur manusia Indonesia. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyampaikan bahwa program MBG berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman menjelaskan bahwa proyeksi tersebut merupakan hasil riset menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN). “PDB atau GDP meningkat moderat dengan puncaknya di angka 0,15 sampai 0,17 persen pada awal 2040-an,” ucap Rizal.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan yang dibangun hari ini adalah modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Namun begitu untuk mengimplementasikannya tentu tidak mudah. Perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program MBG bisa tepat sasaran dan berdampak lebih luas.
(rca)
Lihat Juga :