Evaluasi dan Arahan Presiden di Retret, Kemenekraf Buktikan Jadi Kontributor Perekonomian Nasional

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:29 WIB
loading...
Evaluasi dan Arahan...
Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan retret bersama Kabinet Merah Putih untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang 2025. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan retret bersama Kabinet Merah Putih untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang 2025. Selain itu, Presiden Prabowo mengajak merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan nasional dan mempercepat pembangunan ke depan.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada saudara-saudara sekalian dengan facts on the ground yang bisa diukur, bisa dipegang, dan bisa dilihat. Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden Prabowo dalam retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor pada Selasa, 6 Januari 2026.

Presiden Prabowo juga menegaskan fokus pemerintah ke depan akan diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta keberlanjutan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Umumkan Capaian Gemilang 2025, Menteri Ekraf: Ekonomi Kreatif Kini Tambang Baru Nasional

Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memanfaatkan momentum libur Nataru untuk memperkuat distribusi dan konsumsi produk ekonomi kreatif dengan melakukan peninjauan di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

“Ekonomi kreatif telah membuktikan diri sebagai kontributor nyata bagi perekonomian nasional. Pertumbuhannya melampaui rata-rata nasional dan menunjukkan bahwa potensi terbesar Indonesia justru tumbuh dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya .

Selain itu, Kemenekraf juga menaruh perhatian serius pada pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemulihan ekonomi dan kemanusiaan terus digenjot untuk memastikan para pegiat ekraf dapat bangkit kembali.

Melalui program yang disiapkan mencakup Pelatihan Kreasi Batik, Residensi Kreatif, Pelatihan Masak Bersama Master, Workshop Menjahit Busana Ready to Wear, Akselerasi Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam, serta Workshop Desain Kemasan bagi pegiat ekraf. Selain itu, kegiatan melukis bagi anak-anak digelar sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis seni.

“Pemulihan ekonomi kreatif harus dilakukan secara holistik bukan hanya membangun kembali produksi, tetapi juga mengembalikan harapan dan daya saing pelaku,”pungkas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Sepanjang 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mencatat kinerja positif. Capaian ini ditopang oleh realisasi Indeks Kinerja Utama (IKU), penguatan program prioritas, pemanfaatan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta langkah pemulihan ekonomi kreatif pascabencana.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 107 persen dari target 2025, lebih dari separuh tenaga kerja tersebut berusia di bawah 40 tahun.

Kinerja positif juga terlihat pada sektor ekspor. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 26,68 miliar dolar AS atau 11,96 persen dari total ekspor nonmigas nasional, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, realisasi investasi sektor ekraf hingga triwulan III 2025 tercatat Rp 132,04 triliun atau 107 persen dari target RPJMN.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved