Petugas Haji 2026 Masuk Barak 3 Pekan, Wamenhaj Dahnil: Ingin Bentuk Kedisiplinan
Kamis, 08 Januari 2026 - 15:31 WIB
loading...
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan para petugas haji bakal digembleng secara militer demi persiapan pendampingan jamaah haji 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan para petugas haji bakal digembleng secara militer demi persiapan pendampingan jamaah haji 2026. Petugas haji yang kebanyakan sipil ini direncanakan mengikuti pendidikan dan latihan ala militer di Asrama Haji, Pondok Gede, dan kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur selama tiga pekan.
"Tanggal 10 (Januari) para petugas haji mulai masuk barak, istilah saya," kata Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Keputusan untuk mendidik petugas haji secara militer datang dari evaluasi penyelenggaraan haji periode sebelumnya. Menurut Dahnil, ada hal-hal yang mesti ditingkatkan secara soft skill dari para petugas haji.
Baca juga: Wamenhaj Dahnil: Aparat Hukum Jangan Ragu Tangkap ASN Kemenhaj Berperilaku Koruptif
"Banyak kritik dari publik, termasuk jamaah terkait komitmen pelayanan. Jadi, kita ingin pastikan para petugas haji orientasi pertamanya adalah pelayanan jamaah bukan nebeng naik haji," katanya.
Lihat video: Kartel Berebut Cuan Rp18 Triliun di Penyelenggaraan Haji
"Lalu, kami ingin pastikan integritas kedisplinan, kekompakan tim karena kerja-kerja di tanah haram, Madinah, Mekkah adalah kerja tim. Selama ini dan menjadi koreksi dan kritik saya bahwa kerja sama timnya bermasalah, tingkat kedisiplinannya bermasalah, koordinasinya bermasalah," katanya.
Bagi Dahnil, pendidikan ala militer menjadi satu-satunya cara yang dapat memperbaiki kinerja para petugas haji. Tak terkecuali membangun kekuatan fisik yang mesti dimiliki petugas haji saat melayani jamaah di Tanah Suci.
Baca juga: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak: Ada Kartel Dalam Pengelolaan Haji
"Instansi mana yang memiliki kapasitas untuk membangun tim yang kuat, itu adalah militer. Jadi, kalau ada yang bilang ini militerisme, iya, karena kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisplinan dan kerja tim yang kuat dari militer, termasuk Peraturan Baris Berbaris karena awal dari ketertiban, kedisplinan itu dari PBB misalnya," ucap dia.
Bukan cuma terlibat dalam pendampingan pelatihan, aparat TNI dan Polri juga bakal diperbanyak sebagai petugas haji. Dahnil bilang keputusan penambahan personel aparat merupakan hal yang berdasar.
"Ditambah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Amanah Presiden Prabowo menginginkan unsur TNI polri karena evaluasi setiap tahun bahwa kinerja petugas haji dari TNI atau Polri itu bagus," katanya.
"Tanggal 10 (Januari) para petugas haji mulai masuk barak, istilah saya," kata Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Keputusan untuk mendidik petugas haji secara militer datang dari evaluasi penyelenggaraan haji periode sebelumnya. Menurut Dahnil, ada hal-hal yang mesti ditingkatkan secara soft skill dari para petugas haji.
Baca juga: Wamenhaj Dahnil: Aparat Hukum Jangan Ragu Tangkap ASN Kemenhaj Berperilaku Koruptif
"Banyak kritik dari publik, termasuk jamaah terkait komitmen pelayanan. Jadi, kita ingin pastikan para petugas haji orientasi pertamanya adalah pelayanan jamaah bukan nebeng naik haji," katanya.
Lihat video: Kartel Berebut Cuan Rp18 Triliun di Penyelenggaraan Haji
"Lalu, kami ingin pastikan integritas kedisplinan, kekompakan tim karena kerja-kerja di tanah haram, Madinah, Mekkah adalah kerja tim. Selama ini dan menjadi koreksi dan kritik saya bahwa kerja sama timnya bermasalah, tingkat kedisiplinannya bermasalah, koordinasinya bermasalah," katanya.
Bagi Dahnil, pendidikan ala militer menjadi satu-satunya cara yang dapat memperbaiki kinerja para petugas haji. Tak terkecuali membangun kekuatan fisik yang mesti dimiliki petugas haji saat melayani jamaah di Tanah Suci.
Baca juga: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak: Ada Kartel Dalam Pengelolaan Haji
"Instansi mana yang memiliki kapasitas untuk membangun tim yang kuat, itu adalah militer. Jadi, kalau ada yang bilang ini militerisme, iya, karena kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisplinan dan kerja tim yang kuat dari militer, termasuk Peraturan Baris Berbaris karena awal dari ketertiban, kedisplinan itu dari PBB misalnya," ucap dia.
Bukan cuma terlibat dalam pendampingan pelatihan, aparat TNI dan Polri juga bakal diperbanyak sebagai petugas haji. Dahnil bilang keputusan penambahan personel aparat merupakan hal yang berdasar.
"Ditambah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Amanah Presiden Prabowo menginginkan unsur TNI polri karena evaluasi setiap tahun bahwa kinerja petugas haji dari TNI atau Polri itu bagus," katanya.
(cip)
Lihat Juga :