Pola Mutasi Perwira dan Konsolidasi Demokratik atas Militer

Kamis, 08 Januari 2026 - 05:52 WIB
loading...
Pola Mutasi Perwira...
Broto Wardoyo, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia (UI). Foto/Dok.Pribadi
A A A
Broto Wardoyo
Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia (UI)

HIRUK pikuk tentang revisi UU TNI serta pergerakan gerbong perwira dalam satu tahun terakhir banyak mendapat perhatian publik. Ada yang menduga bahwa mutasi yang dilakukan senantiasa dilandasi oleh kepentingan politik penguasa yang tidak sejalan dengan konsolidasi demokrasi.

Dalam kajian akademik tentang hubungan sipil dan militer, mutasi perwira dapat dilihat dalam tiga model. Model pertama melihat mutasi sebagai instrumen kontrol sipil atau instrumen politik. Dalam model ini, rotasi jabatan digunakan untuk mencegah konsolidasi kekuasaan personal, membatasi jaringan loyalitas informal, dan memastikan subordinasi militer terhadap otoritas sipil (Feaver 1999; Desch 1999).

Model ini memiliki sisi positif karena mampu menjaga stabilitas politik tanpa perlu ada konfrontasi terbuka. Hanya saja, jika digunakan secara berlebihan, model mutasi ini berisiko dipersepsikan sebagai langkah intervensi politik yang berpotensi melemahkan profesionalisme dan menimbulkan ketidakpastian karier di kalangan perwira.

Model kedua menempatkan mutasi sebagai kebutuhan organisasi dan mekanisme regenerasi. Dalam logika ini, rotasi diperlukan untuk memperluas pengalaman komando, mendorong pembelajaran institusional, dan menyiapkan kader pimpinan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis (Brooks 2007).

Model ini mampu menjaga efektivitas dan keberlanjutan organisasi militer. Namun, pendekatan yang terlalu teknokratis ini sering mengabaikan konteks politik di negara tempat militer tersebut beroperasi. Bahkan, dalam situasi tertentu, mutasi yang murni profesional ini justru dapat membuka ruang resistensi sipil apabila tidak sensitif terhadap dinamika kekuasaan.

Terakhir, model ketiga memandang mutasi sebagai proses birokrasi yang terlembaga. Dalam model ini, rotasi perwira mengikuti prosedur formal dengan siklus yang reguler dan memiliki mekanisme persetujuan yang baku sehingga ritmenya lebih dapat diprediksi (Avant 1994; Christensen & Lægreid 2007).

Kelebihan model ini ada pada konsistensi dan transparansi yang tentu saja akan mengurangi personalisasi kekuasaan. Namun, model ini juga bukan tanpa masalah. Kelembagaan yang terlalu kaku juga berpotensi mengurangi fleksibilitas politik dan organisasi manakala militer perlu merespons perubahan strategis secara cepat.

Ketiga model ini tidak saling meniadakan karena, dalam praktiknya, negara-negara demokrasi hampir selalu mengkombinasikan model-model tersebut. Perbedaan praktik di negara-negara demokrasi ada pada pilihan model mana yang lebih dominan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
Rekomendasi
4 Jembatan Putus Akibat...
4 Jembatan Putus Akibat Banjir di Aceh Utara, BNPB: Anomali Cuaca di Tengah Kemarau
Cleft Craniofacial Awareness...
Cleft Craniofacial Awareness Month 2026, RSCM Gelar Pemeriksaan Sumbing Gratis
Jambore Relawan NU Peduli...
Jambore Relawan NU Peduli se-Jateng, Gus Rozin Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Berita Terkini
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Jubir Otorita IKN Troy...
Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Besok
Kapolri Cup Shooting...
Kapolri Cup Shooting Championship 2026, Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet
Satgas Ketenagakerjaan...
Satgas Ketenagakerjaan Polri Tangani 97 Kasus, Pakar: Komitmen Kapolri Lindungi Buruh
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved