Natalius Pigai Ingin Kata Reformasi Hilang: Selalu Istilahnya Tidak Baik!
Selasa, 06 Januari 2026 - 19:38 WIB
loading...
Menteri HAM, Natalius Pigai berharap suatu saat kata reformasi bisa hilang di Indonesia. Sebab masih adanya kata reformasi menandakan kondisi yang tidak baik-baik saja. Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai berharap suatu saat kata reformasi bisa hilang di Indonesia. Sebab menurutnya masih adanya kata reformasi menandakan kondisi yang tidak baik-baik saja.
Pigai menjelaskan hilangnya kata reformasi menandakan reformasi sudah tercapai secara substansial. Hal itulah yang ia harapkan agar kata itu hilang di Indonesia.
Baca juga: Natalius Pigai Ingatkan Influencer Tak Framming Pemerintah sebagai Pelaku Teror
"Kata reformasi, kita harus suatu saat hilangkan. Selalu istilah kata reformasi itu karena biasanya pasti ada sesuatu yang tidak bagus," ucap Pigai dalam sambutannya di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Dia lantas menyinggung keberadaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Menuturnya dengan masih adanya Kementerian Reformasi, maka reformasi belum usai.
"Sampai kapan kata reformasi itu akan hilang? Sampai kapan Kementerian Reformasi itu akan hilang?" tutur dia.
Pigai juga menyinggung soal keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berharap lembaga antirasuah itu tak ada lagi sebab hal itu menandakan bahwa tindak pidana korupsi di Indonesia telah hilang.
Baca juga: Menham Natalius Pigai Bela Menlu Sugiono, Kritik Dino Patti Djalal Zonk
"Ya kita juga suatu saat inginkan KPK tidak boleh ada lagi, gitu loh, suatu saat," sambung dia.
Menurut Pigai untuk mencapai cita-cita reformasi itu maka harus ditunjukan dengan tindakan dan perbuatan. Salah satunya ialah bahwa seorang atasan harus menjadi contoh bagi bawahannya.
"Ikan busuk itu dimulai dari atas, kalau di atas busuk, di bawah pasti busuk," tandas dia.
Pigai menjelaskan hilangnya kata reformasi menandakan reformasi sudah tercapai secara substansial. Hal itulah yang ia harapkan agar kata itu hilang di Indonesia.
Baca juga: Natalius Pigai Ingatkan Influencer Tak Framming Pemerintah sebagai Pelaku Teror
"Kata reformasi, kita harus suatu saat hilangkan. Selalu istilah kata reformasi itu karena biasanya pasti ada sesuatu yang tidak bagus," ucap Pigai dalam sambutannya di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Dia lantas menyinggung keberadaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Menuturnya dengan masih adanya Kementerian Reformasi, maka reformasi belum usai.
"Sampai kapan kata reformasi itu akan hilang? Sampai kapan Kementerian Reformasi itu akan hilang?" tutur dia.
Pigai juga menyinggung soal keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berharap lembaga antirasuah itu tak ada lagi sebab hal itu menandakan bahwa tindak pidana korupsi di Indonesia telah hilang.
Baca juga: Menham Natalius Pigai Bela Menlu Sugiono, Kritik Dino Patti Djalal Zonk
"Ya kita juga suatu saat inginkan KPK tidak boleh ada lagi, gitu loh, suatu saat," sambung dia.
Menurut Pigai untuk mencapai cita-cita reformasi itu maka harus ditunjukan dengan tindakan dan perbuatan. Salah satunya ialah bahwa seorang atasan harus menjadi contoh bagi bawahannya.
"Ikan busuk itu dimulai dari atas, kalau di atas busuk, di bawah pasti busuk," tandas dia.
(shf)
Lihat Juga :