Inayah Wahid Putri Gus Dur Blak-blakan Ngaku Nepo Baby

Minggu, 04 Januari 2026 - 18:52 WIB
loading...
Inayah Wahid Putri Gus...
Inayah Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Inayah Wahid , putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), blak-blakan mengakui bahwa dirinya merupakan 'nepo baby'. Menurutnya, bohong jika dirinya tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari nama besar ayahnya.

Diketahui, nepo baby merupakan singkatan dari 'nepotism baby', yang berarti anak dari seseorang yang sudah sukses atau dinilai mempunyai privilese sejak lahir karena orang tua yang populer.

Menurut Inayah, memang ada anak-anak dari pejabat yang masuk jalur politik. Namun, dirinya tidak akan menyalahkan anak muda tersebut. "Saya nggak akan bilang bahwa mereka pasti salah, nggak, nggak fair juga, kayaknya misalnya ketika mereka memenuhi syarat," ujar Inayah dalam podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Minggu (4/1/2026).

Baca Juga: Inayah Wahid, Putri Gus Dur Gugat PP Izin Tambang untuk Ormas Keagamaan

Aktivis kebudayaan dan sosial itu menambahkan, bagaimanapun seseorang yang lahir di keluarga politik misalnya, punya keuntungan besar karena dia melihat langsung, mengalami langsung, bisa belajar langsung. "Kan privilisenya soal itu. Kalau memang punya bibitnya memang oke ya nggak masalah," katanya.

Sambil tersenyum, Inayah melanjutkan, "Yang jadi masalah nih kalau kemudian misalnya nih ada yang pake, menggunakan alat-alat negara untuk nerusin (kekuasaan) ke anaknya, itu yang sebenarnya nggak boleh."

Tanpa sungkan, Inayah kemudian menegaskan dirinya merupakan nepo baby. "Yang paling penting itu sebenarnya mengakui. Makanya saya akan selalu ngaku kalau saya itu nepo baby. Bohong kalau saya bilang nggak dapat keuntungan apa pun dengan nama belakang, bohong dan itu jahat menurut saya, kalau kita nggak mau ngakuin itu jahat," ujarnya.

Inayah menilai, banyak orang yang tak mau mengaku sebagai nepo baby karena menganggap apa yang dicapai orang tersebut merupakan hasil kerja keras yang bersangkutan. "Kamu harus tetap kerja keras, itu jelas, tapi jangan menafikan bahwa nama belakangmu itu sebenarnya memberikan keuntungan besar. Jangan menafikan bahwa apa yang dimiliki atau sudah dirintis orang tuamu itu kemudian sebenarnya membikin perlombaan ini jadi kamu punya posisi yang lebih menguntungkan di dalam kontestasi," katanya.

Inayah kemudian menyinggung cerita saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Menurutnya, ada seorang anak presiden yang dengan tenangnya bilang "Oh, nakes, dukamu adalah dukaku".

Menurutnya, itu tidak tepat. "Posisinya aja udah beda. Kita ada dalam badai yang sama, iya. Tapi jangan bilang orang yang pakai kapal pesiar, sama orang yang pakai rakit itu kemudian sama. Nggak. Dan nepo baby, penting untuk kalian untuk tahu, untuk sadar, untuk mengakui bahwa saya ada di kapal pesiar nih, iya, tetangga saya pakai rakit nih, iya, tetangga saya cuma pakai sampan, iya, orang-orang yang ada di Indonesia barat misalnya nggak ada mesinnya karena nggak ada BBM-nya, perahunya nggak bisa jalan, penting untuk menyadari itu," jelasnya.



Sebab, kata Inayah, kalau kita tidak menyadari bahwa kita mempunyai privilese, kita kemudian menafikan yang lain. "Makanya menurut saya, kesadaran itu penting banget sebagai nepo baby," ujar Inayah berpesan agar menggunakan privilese itu untuk kepentingan orang lain dan bermanfaat.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved