Sabotase Jembatan Bailey di Aceh: Operasi Kemanusiaan Diserang dan Negara Diuji

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:10 WIB
loading...
A A A
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak secara tegas menyatakan bahwa sabotase jembatan Bailey adalah tindakan serius yang menghambat operasi kemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi. Jenderal Maruli menggunakan kata "biadab" terhadap pelaku sabotase jembatan bailley di Aceh. Penegasan soal kata "biadab" ini penting, karena memang biadab tindakan sabotase tersebut. Saya setuju perlu menempatkan peristiwa tersebut dalam kerangka yang tepat. Apalagi yang diserang bukan sekadar aset TNI, melainkan akses hidup masyarakat korban bencana.

Dalam setiap bencana besar di dunia, termasuk di Sumatera kali ini, satuan Zeni TNI AD menjadi ujung tombak operasi kemanusiaan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Baik dalam tahap tanggap darurat dan rekonstruksi maupun rehabilitasi pembangunan rumah serta fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Satuan-satuan seperti Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon), Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur), Detasemen Zeni Tempur (Denzipur), Detasemen Zeni Bangunan (Denzibang), hingga Zeni Daerah Militer (Zidam) adalah elemen kunci yang pertama kali membuka keterisolasian wilayah. Korps Zeni adalah korps kedua terbesar setelah Korps Infanteri di TNI AD dalam jumlah personel maupun banyaknya satuan lapangan. Di TNI AL juga ada Batalyon Zeni Korps Marinir dan TNI AU ada Batalyon Zeni Korps Pasgat TNI AU.

Satuan-satuan Zeni Lapangan merupakan bagian dari Satuan Bantuan Tempur yang mendirikan jembatan Bailey dalam hitungan jam atau hari, membuka jalan darurat, memulihkan konektivitas logistik, menjadi fondasi awal rekonstruksi pascabencana. Untuk bencana Sumatera, selain satuan dari Menzikon Pusziad, juga dikerahkan Satuan Zeni dari Kodam Iskandar Muda, Kodam Bukit Barisan, Kodam Tuanku Imam Bonjol, Kodam Sriwijaya, Kodam Radin Inten, Kodam Jayakarta, Kodam Siliwangi, Kodam Diponegoro, Kodam Brawijaya, Kodam Tanjungpura, Kodam Mulawarman, Kostrad, dan Kormar TNI AL. Termasuk sejumlah Batalyon Infanteri, Batalyon Kesehatan, dan Batalyon Pembekalan dan Angkutan, serta satuan lainnya.

Oleh karena itu, menyabotase jembatan hasil kerja Satuan Zeni, berarti memperpanjang penderitaan rakyat. Dalam perspektif keamanan nasional, ini sudah masuk wilayah ancaman serius terhadap keselamatan umum.

Dari Simbol ke Sabotase: Pola yang Tidak Bisa Diabaikan

Ketika pengibaran bendera GAM, teriakan “merdeka”, dan sabotase jembatan Bailey terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, akhir Desember 2025, negara tidak boleh melihatnya sebagai peristiwa terpisah. Tanpa harus tergesa-gesa menyimpulkan kebangkitan gerakan bersenjata, pola ini setidaknya menunjukkan adanya uji batas terhadap kewibawaan negara.

Dalam banyak konflik pasca-damai di dunia, eskalasi tidak selalu dimulai dari senjata. Ia sering diawali dari normalisasi simbol, provokasi psikologis, sabotase logistik dan infrastruktur darurat.
Targetnya bukan kemenangan militer, melainkan ketidakpercayaan publik terhadap negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Laksdya TNI Hersan,...
Laksdya TNI Hersan, Mantan Ajudan Jokowi Berpeluang Besar Jadi KSAL
Momen Penghuni Huntara...
Momen Penghuni Huntara Jamur Ujung Aceh Bersyukur Dapat Bantuan Peralatan Dapur
3 Jenazah TNI yang Gugur...
3 Jenazah TNI yang Gugur di Lebanon Diterbangkan ke Bandung dan Yogyakarta
28 Pati TNI AD Naik...
28 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ada Peraih Adhi Makayasa dan Teman Seangkatan AHY di Akmil
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved