Sabotase Jembatan Bailey di Aceh: Operasi Kemanusiaan Diserang dan Negara Diuji

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:10 WIB
loading...
A A A
Ketegasan Negara, Tanpa Mengorbankan Perdamaian

Dalam kasus sabotase jembatan Bailey, negara wajib bersikap tegas. Ini bukan ruang abu-abu lagi. Ini sudah ruang hitam putih. Penegakan hukum harus berjalan transparan dan profesional, dengan pesan yang jelas: siapa pun yang menghambat bantuan operasi kemanusiaan akan berhadapan dengan hukum negara!

Namun ketegasan ini tetap harus dibingkai dengan komunikasi publik yang empatik. Negara harus menjelaskan bahwa kehadiran banyaknya personel TNI—khususnya Satuan Zeni—di Aceh bukan untuk menghidupkan kembali militerisasi, melainkan untuk menyelamatkan nyawa dan memulihkan kehidupan warga.

Pemisahan yang tegas antara pelaku sabotase dan masyarakat Aceh secara umum sangat penting agar tidak terjadi generalisasi yang merusak perdamaian.

Penutup

Perdamaian Aceh yang lahir dari Perjanjian Helsinki Agustus 2005 adalah capaian bersejarah. Namun perdamaian bukan kondisi statis; ia harus terus dijaga. Sabotase terhadap alutsista Zeni di tengah bencana adalah peringatan dini bahwa stabilitas tidak boleh dianggap selesai.

Aceh membutuhkan kehadiran negara yang kuat, adil, dan manusiawi. Negara yang tegas terhadap ancaman, namun tidak panik. Negara yang melindungi kedaulatan, sekaligus memastikan bahwa korban bencana tidak menjadi korban kedua dari permainan politik.

Bencana seharusnya menyatukan. Ketika jembatan sebagai alat kemanusiaan justru diserang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan, tetapi nilai dasar kebangsaan itu sendiri.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Laksdya TNI Hersan,...
Laksdya TNI Hersan, Mantan Ajudan Jokowi Berpeluang Besar Jadi KSAL
Momen Penghuni Huntara...
Momen Penghuni Huntara Jamur Ujung Aceh Bersyukur Dapat Bantuan Peralatan Dapur
3 Jenazah TNI yang Gugur...
3 Jenazah TNI yang Gugur di Lebanon Diterbangkan ke Bandung dan Yogyakarta
28 Pati TNI AD Naik...
28 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ada Peraih Adhi Makayasa dan Teman Seangkatan AHY di Akmil
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved