Muhammad Iqbal: Pemerintah Harus Mengevaluasi Diri, Tim Medianya Kenapa Kalah Sama Influencer

Jum'at, 26 Desember 2025 - 13:50 WIB
loading...
Muhammad Iqbal: Pemerintah...
Psikolog yang juga influencer Muhammad Iqbal memberikan masukan agar tim media pemerintah mengevaluasi diri terkait penyampaian informasi soal penanganan bencana. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Psikolog yang juga influencer Muhammad Iqbal memberikan masukan agar tim media pemerintah mengevaluasi diri terkait penyampaian informasi soal penanganan bencana. Iqbal mengatakan, kolaborasi dengan influencer penting.

Menurut Iqbal, pada awal-awal pascabencana Sumatera, ada beberapa statement yang keliru dari pejabat. Selain itu, ada peristiwa pejabat yang dianggap memanfaatkan bencana sebagai ajang mencari popularitas.

"Saya melihat ini memang pelajaran penting dalam komunikasi politik, bagaimana saling memperbaiki diri. Netizen juga harus ada edukasinya bagaimana cara menyampaikan berita, para influencer, tetapi pemerintah harus bisa mengevaluasi diri, bagaimana tim medianya kenapa kalah sama influencer gitu kan. Coba bisa bersatu, kolaborasi," kata Iqbal dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Jumat (26/12/2025).

Baca Juga: Permintaan Sherly Annavita kepada Prabowo: Lihat Apa yang Sebenarnya Terjadi, Biarkan Bapak yang Memutuskan

Iqbal mengatakan, penanganan bencana memang butuh kerja keras dan kerja sama semua pihak. Dia melihat TNI-Polri juga banyak turun ke lapangan, bahkan berhari-hari tidak bertemu keluarga. Relawan pun banyak, mereka meninggalkan pekerjaan dan profesinya.

"Sekarang memang netizen nggak bisa dihalangi, karena mereka punya channel sendiri. Jadi apa-apa yang ada di lapangan, ya memang benar adanya. Tetapi banyak juga yang positif yang dilakukan relawan, pemerintah, termasuk juga para organisasi sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Teddy Minta Semua Pihak Kompak


Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh pihak untuk kompak dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Teddy berharap seluruh pihak memberikan energi positif.

"Di sini semua butuh kerja sama, kekompakan, energi positif," kata Teddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Seskab Teddy menegaskan pentingnya dukungan bersama dalam penanganan bencana di Sumatera dan Aceh. Dia mengajak seluruh pihak untuk menyebarkan energi positif dan optimisme warga yang terdampak.

Baca Juga: Seskab Teddy Informasikan Penanganan Bencana Sumatera, Pengamat: Jawab Keresahan Masyarakat

"Kalau niat bantu, ayo sama-sama. Hibur warga. Timbulkan optimisme. Bikin ketawa. Timbulkan senyum. Timbulkan keyakinan. Ayo kita saling bantu, saling jaga, saling dukung, sebarkan energi positif," ujarnya.

Teddy menyatakan sejak hari pertama bencana terjadi, pemerintah pusat langsung bergerak mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada, meski tanpa sorotan kamera. "Jadi satu, yang pertama mengenai anggapan bahwa pemerintah itu lambat. Saya mau cerita begini. Sejak tanggal 24 November, 25 November, 26 November, itu hujan di tiga lokasi," ungkap Teddy.

Dia menjelaskan, puncak hujan terjadi pada tanggal 25-26 November. Saat itu, Kepala BNPB langsung bergerak ke Sumatera Utara meski sebelumnya berada di Lumajang untuk menangani erupsi Gunung Semeru.

"Nah, yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama tanpa kamera," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut Teddy, langsung melakukan komunikasi dengan para kepala daerah setempat pada hari kejadian. Komunikasi dengan dilakukan dengan Gubernur Sumatera Utara, Bupati Tapanuli Selatan, hingga Bupati Tapanuli Tengah. Hal itu untuk memastikan kondisi di lapangan dan kebutuhan penanganan darurat.

"Kemudian di hari itu juga, Bapak Presiden mengintruksikan, mengintruksikan Bapak Menko PMK agar mengoordinir segala kekuatan untuk sebesar-besarnya mobilisasi semua yang kita punya. Langsung ke sana. Oke," ungkapnya.

Pada tanggal 27 November, kata Teddy, seluruh helikopter yang berada di Pulau Sumatera digerakkan ke wilayah terdampak seperti Padang, Medan, dan Banda Aceh. Bahkan, helikopter dan pesawat dari Pulau Jawa juga diterbangkan ke Sumatera meski membutuhkan waktu tempuh hingga belasan jam.

"Dari Jawa ke Sumatra helikopter itu butuh 13 sampai 15 jam terbangnya. Kemudian di tanggal 27 (November) itu juga, beberapa heli sampailah ke Banda Aceh. Angkat Genset PLN, angkat logistik. Sama, tidak ada media di situ. Tidak ada kamera di situ."



Puluhan ribu anggota TNI-Polri beserta masyarakat telah bergerak melakukan evakuasi serta penanganan darurat. Media baru diundang setelah sebagian besar kekuatan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) tiba di lokasi.

"Jadi itu semuanya sejak hari pertama, saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana. Dan sampai sekarang, totalnya mungkin lebih dari 80 helikopter, pesawat, TNI, Polri, Basarnas, polisi, gabungan swasta, dibantu Susi Air, dibantu rekan-rekan semuanya," jelasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
Syahran Buka Suara soal...
Syahran Buka Suara soal Hubungannya dengan Jule: Saya Siap dengan Konsekuensinya
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Ini Alasan Kenapa Pesawat...
Ini Alasan Kenapa Pesawat Harus Terbang di Ketinggian 36.000 Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved