Sambut Nataru, Penyuluh Agama Bersih-bersih Rumah Ibadah Lintas Iman se-Indonesia
Kamis, 25 Desember 2025 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Lubenah menambahkan, kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas agama dan lintas elemen, mulai dari penyuluh agama, pengurus rumah ibadah, hingga masyarakat setempat. “Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang terus kami dorong agar kerukunan umat beragama tumbuh dari praktik nyata,” ujarnya.
Baca juga: Misa Pontifikal Gereja Katedral Jakarta Berlangsung Khidmat
Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Jamaluddin M. Marki, mengatakan program bersih-bersih rumah ibadah telah disosialisasikan sejak jauh hari dan digerakkan secara serentak di berbagai daerah. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi penyuluh agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), dengan fokus pada rumah ibadah binaan.
Jamaluddin menyebutkan, hampir 900 penyuluh agama telah terlibat aktif dalam program ini dan bergerak di wilayah masing-masing. Sejumlah daerah, seperti Bali, Subang, dan wilayah lainnya, telah melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada tim pusat.
Jamaluddin menjelaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menyambut Hari Raya Natal, khususnya bagi umat Kristiani. Kedua, menyiapkan rumah ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Tahun Baru. Ketiga, menguatkan nilai pengabdian dan pelayanan keagamaan yang relevan dengan semangat Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
“Program ini tidak berhenti pada momentum Nataru. Ke depan, penyuluh agama akan terus mengembangkan program-program berbasis rumah ibadah, termasuk menyambut bulan Ramadan dan agenda keagamaan lainnya, dengan pendekatan lintas iman dan kepedulian lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Misa Pontifikal Gereja Katedral Jakarta Berlangsung Khidmat
Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Jamaluddin M. Marki, mengatakan program bersih-bersih rumah ibadah telah disosialisasikan sejak jauh hari dan digerakkan secara serentak di berbagai daerah. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi penyuluh agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), dengan fokus pada rumah ibadah binaan.
Jamaluddin menyebutkan, hampir 900 penyuluh agama telah terlibat aktif dalam program ini dan bergerak di wilayah masing-masing. Sejumlah daerah, seperti Bali, Subang, dan wilayah lainnya, telah melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada tim pusat.
Jamaluddin menjelaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menyambut Hari Raya Natal, khususnya bagi umat Kristiani. Kedua, menyiapkan rumah ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Tahun Baru. Ketiga, menguatkan nilai pengabdian dan pelayanan keagamaan yang relevan dengan semangat Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
“Program ini tidak berhenti pada momentum Nataru. Ke depan, penyuluh agama akan terus mengembangkan program-program berbasis rumah ibadah, termasuk menyambut bulan Ramadan dan agenda keagamaan lainnya, dengan pendekatan lintas iman dan kepedulian lingkungan,” jelasnya.
Lihat Juga :