Harga Beras Dunia Turun Drastis karena Indonesia Tak Impor Tahun Ini?
Rabu, 24 Desember 2025 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi volume, selama 7 tahun itu impor Indonesia menduduki posisi keempat dunia. Namun demikian, impor beras dalam jumlah besar oleh Indonesia tak terjadi sepanjang tahun. Sepanjang 7 tahun itu impor beras Indonesia yang besar hanya terjadi pada 2024 (sebesar 4,519 juta ton), 2023 (3,062 juta ton), dan 2018 (2,253 juta ton).
Tahun lainnya volume impor bergerak dari 356 ribu ton hingga 444 ribu ton. Berpijak pada data itu, Indonesia boleh dibilang bukan importir beras terbesar tiap tahun.
Yang layak disebut sebagai negara importir beras terbesar dunia tiap tahun adalah China, Uni Eropa, Filipina, Iran, Saudi Arabia, Benin, Cote d'Ivoire, Senegal, Malaysia, dan Amerika Serikat. Sepuluh negara (dan kawasan) itu rerata mengimpor beras rutin tiap tahun dengan jumlah antara 800 ribu ton hingga 6,158 juta ton.
Adalah benar impor beras Indonesia yang besar pada 2023 dan 2024 berpengaruh pada harga beras dunia. Impor Indonesia itu terjadi karena produksi tertekan El Nino.
Yang juga perlu dicatat, Indonesia tidak impor beras itu dalam konteks tidak ada penugasan impor beras kepada BULOG. Meskipun tidak ada penugasan impor beras kepada BULOG bukan berarti Indonesia tidak impor beras.
Impor beras rutin dilakukan oleh swasta untuk beras khusus dan untuk industri, seperti beras Basmati, Japonica, Thai Hom Mali, dan beras patahan. Besarnya antara 350 ribu ton hingga 550 ribu ton. Dari Januari hingga Oktober 2025 impor beras khusus itu mencapai 364,3 ribu ron.
Hemat penulis, ada pekerjaan penting bagi pemerintah: membangun fondasi produksi yang lebih kokoh. Produksi beras tahun ini diperkirakan 34,79 juta ton, naik dua digit dari tahun lalu.
Kenaikan produksi disumbang oleh penambahan luas panen. Bukan oleh peningkatan produktivitas.
Selain itu, peningkatan produksi juga karena berkah alam berupa hujan yang hadir sepanjang tahun dan semua sumber daya (anggaran dan SDM) Kementerian Pertanian fokus mengurus padi dan jagung. "Kemewahan" ini tidak selalu ada tiap tahun. PR-nya jelas: bagaimana memastikan produksi berkelanjutan?
Tahun lainnya volume impor bergerak dari 356 ribu ton hingga 444 ribu ton. Berpijak pada data itu, Indonesia boleh dibilang bukan importir beras terbesar tiap tahun.
Yang layak disebut sebagai negara importir beras terbesar dunia tiap tahun adalah China, Uni Eropa, Filipina, Iran, Saudi Arabia, Benin, Cote d'Ivoire, Senegal, Malaysia, dan Amerika Serikat. Sepuluh negara (dan kawasan) itu rerata mengimpor beras rutin tiap tahun dengan jumlah antara 800 ribu ton hingga 6,158 juta ton.
Adalah benar impor beras Indonesia yang besar pada 2023 dan 2024 berpengaruh pada harga beras dunia. Impor Indonesia itu terjadi karena produksi tertekan El Nino.
Yang juga perlu dicatat, Indonesia tidak impor beras itu dalam konteks tidak ada penugasan impor beras kepada BULOG. Meskipun tidak ada penugasan impor beras kepada BULOG bukan berarti Indonesia tidak impor beras.
Impor beras rutin dilakukan oleh swasta untuk beras khusus dan untuk industri, seperti beras Basmati, Japonica, Thai Hom Mali, dan beras patahan. Besarnya antara 350 ribu ton hingga 550 ribu ton. Dari Januari hingga Oktober 2025 impor beras khusus itu mencapai 364,3 ribu ron.
Hemat penulis, ada pekerjaan penting bagi pemerintah: membangun fondasi produksi yang lebih kokoh. Produksi beras tahun ini diperkirakan 34,79 juta ton, naik dua digit dari tahun lalu.
Kenaikan produksi disumbang oleh penambahan luas panen. Bukan oleh peningkatan produktivitas.
Selain itu, peningkatan produksi juga karena berkah alam berupa hujan yang hadir sepanjang tahun dan semua sumber daya (anggaran dan SDM) Kementerian Pertanian fokus mengurus padi dan jagung. "Kemewahan" ini tidak selalu ada tiap tahun. PR-nya jelas: bagaimana memastikan produksi berkelanjutan?
(shf)