Masyarakat Aceh Kembali Nikmati Listrik, Pengamat: Kalau Tunggu Kondisi Aman, Perpanjang Pemadaman

Senin, 22 Desember 2025 - 16:57 WIB
loading...
Masyarakat Aceh Kembali...
Sebagian besar masyarakat Aceh kini kembali menikmati pasokan listrik pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Foto: Dok Sindonews
A A A
ACEH - Sebagian besar masyarakat Aceh kini kembali menikmati pasokan listrik pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Kondisi ini dicapai melalui proses pemulihan yang masih berlangsung secara bertahap, terutama di lokasi dengan tingkat kerusakan dan keterbatasan akses paling tinggi.

Pengamat energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menuturkan kembalinya pasokan listrik ke mayoritas wilayah Aceh tidak bisa dilepaskan dari keputusan teknis dan manajerial untuk memulai pemulihan sejak fase awal pascabencana meski situasi lapangan belum sepenuhnya kondusif.

Baca juga: 2 Minggu Tanpa Listrik Akibat Bencana, Perlahan Aceh Tamiang Kembali Terang

“Dalam konteks penanganan kelistrikan pascabencana menunggu kondisi benar-benar aman justru berisiko memperpanjang pemadaman. Dari yang terlihat di Aceh, pemulihan dimulai saat akses terbatas, medan masih berlumpur, dan cuaca belum sepenuhnya bersahabat,” ujar Sofyano, Senin (22/12/2025).

Dampak bencana menyebar dari kawasan pesisir hingga dataran tinggi. Gangguan tidak hanya terjadi pada jaringan distribusi di permukiman warga, tetapi juga menyentuh infrastruktur utama yang menopang sistem kelistrikan antardaerah. Dengan karakter dampak yang meluas tersebut, pemulihan sistem kelistrikan tidak memungkinkan dilakukan secara berurutan dari satu titik ke titik lain.

Sejak hari-hari awal pascabencana, proses pemulihan kelistrikan dilakukan di tengah akses jalan yang terputus, lumpur tebal, cuaca ekstrem, serta potensi banjir susulan yang masih harus diantisipasi. Dalam kondisi ini, metode kerja di lapangan harus disesuaikan agar pengamanan sistem dapat segera dilakukan tanpa menunggu situasi sepenuhnya normal.

Sofyano mencatat pada sejumlah titik krusial, pemulihan dilakukan tanpa menunggu akses darat pulih sepenuhnya. Material dan peralatan kelistrikan didistribusikan melalui jalur alternatif, termasuk jalur udara, sementara petugas menjangkau lokasi terisolir dengan dukungan transportasi khusus.

Di beberapa ruas transmisi utama, tower darurat dibangun dengan memanfaatkan alat berat yang dimodifikasi agar sistem dapat segera diamankan.

“Pekerjaan dilakukan dalam kondisi yang terus berubah. Tekanan waktu tinggi, sementara faktor keselamatan tetap harus dijaga,” kata Sofyano.

Menurut dia, prioritas pengamanan sistem utama sejak awal menjadi kunci agar dampak pemadaman tidak meluas dan wilayah yang secara teknis memungkinkan dipulihkan lebih cepat tidak ikut tertahan terlalu lama.

Seiring jaringan utama kembali tersambung, penyalaan listrik dilakukan secara bertahap melalui proses sinkronisasi dan penstabilan sistem. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan pasokan kembali aman dan tidak memicu gangguan lanjutan.

Hingga kini, mayoritas wilayah Aceh telah kembali dialiri listrik, sementara pemulihan masih berlanjut di sejumlah lokasi dengan akses terbatas dan tingkat kerusakan tinggi.

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa terang yang kini dirasakan masyarakat bukan hasil dari menunggu keadaan aman sepenuhnya melainkan keputusan memulai pemulihan sejak fase awal di tengah berbagai keterbatasan,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
DPR: Blackout Sumatera...
DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Rekomendasi
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Berita Terkini
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved