Gelar Retreat SPPG, Kemenko PM: Ruang Belajar Pelaksana Program MBG
Senin, 22 Desember 2025 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kemenko PM Abdul Haris mengatakan, retreat ini menjadi ruang refleksi strategis bagi SPPG Inspiradaya 2025 terpilih untuk memperdalam praktik baik yang telah dijalankan.
Retreat SPPG Inspiradaya merupakan respons cepat Deputi 3 Kemenko PM atas arahan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar untuk menindaklanjuti Penganugerahan SPPG Inspiradaya.
"Kami diminta dengan tegas agar program ini tidak berhenti pada seremonial semata. Tapi harus dikawal dalam aksi riil yang berkelanjutan. Sebanyak 20 SPPG Inspiradaya terpilih harus benar-benar menjadi inspirasi dan contoh buat SPPG lain di seluruh Indonesia. Dan yang paling penting ekosistemnya bisa direplikasi,” ujar Haris, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini merupakan ruang belajar bersama bagi para pelaksana MBG untuk merefleksikan pengalaman lapangan, memperkuat nilai pemberdayaan, dan menyusun arah bersama agar MBG tidak berhenti sebagai program teknis, tetapi tumbuh sebagai ekosistem berkelanjutan.
SPPG Inspiradaya telah membuktikan dapur MBG dapat berperan lebih luas, bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat gotong royong, dan membangun kemandirian masyarakat.
Selama tiga hari, peserta retreat mengikuti rangkaian sesi reflektif dan partisipatif, mulai dari refleksi perjalanan MBG di masing-masing daerah, pemetaan elemen ekosistem pemberdayaan, hingga diskusi perspektif pembanding melalui studi praktik MBG mancanegara.
Retreat SPPG Inspiradaya merupakan respons cepat Deputi 3 Kemenko PM atas arahan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar untuk menindaklanjuti Penganugerahan SPPG Inspiradaya.
"Kami diminta dengan tegas agar program ini tidak berhenti pada seremonial semata. Tapi harus dikawal dalam aksi riil yang berkelanjutan. Sebanyak 20 SPPG Inspiradaya terpilih harus benar-benar menjadi inspirasi dan contoh buat SPPG lain di seluruh Indonesia. Dan yang paling penting ekosistemnya bisa direplikasi,” ujar Haris, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini merupakan ruang belajar bersama bagi para pelaksana MBG untuk merefleksikan pengalaman lapangan, memperkuat nilai pemberdayaan, dan menyusun arah bersama agar MBG tidak berhenti sebagai program teknis, tetapi tumbuh sebagai ekosistem berkelanjutan.
SPPG Inspiradaya telah membuktikan dapur MBG dapat berperan lebih luas, bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat gotong royong, dan membangun kemandirian masyarakat.
Selama tiga hari, peserta retreat mengikuti rangkaian sesi reflektif dan partisipatif, mulai dari refleksi perjalanan MBG di masing-masing daerah, pemetaan elemen ekosistem pemberdayaan, hingga diskusi perspektif pembanding melalui studi praktik MBG mancanegara.
Lihat Juga :