Kemenag Bidik Gen Z hingga Beta Kuasai Literasi Ilmu Falak
Senin, 22 Desember 2025 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Arsad juga mengungkapkan minimnya pengajaran ilmu falak di banyak pondok pesantren. Meski terdapat sejumlah pesantren yang mengajarkan falak secara khusus, sebagian besar belum menjadikannya sebagai bagian dari kurikulum utama. Kondisi ini dinilai berpotensi melemahkan regenerasi ahli falak dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, pelaksanaan Bimtek Hisab Rukyat dipandang sebagai momentum strategis untuk menumbuhkan kesadaran dan minat bersama. Arsad menekankan bahwa bimtek ini berfungsi sebagai pengantar dan pemantik ketertarikan, sementara pendalaman keilmuan membutuhkan komitmen belajar secara berkelanjutan.
“Kalau ingin ahli, mau tidak mau harus belajar sendiri karena ini baru pancingan,” ujarnya.
Arsad berharap, langkah ini dapat memperluas basis peminat dan pelaku ilmu falak di kalangan generasi muda, sekaligus memastikan keberlanjutan keilmuan hisab rukyat sebagai fondasi penting layanan keagamaan di masa depan. Dengan pendekatan yang relevan dan inklusif, Kemenag menargetkan lahirnya generasi baru ahli falak yang mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam konteks tersebut, pelaksanaan Bimtek Hisab Rukyat dipandang sebagai momentum strategis untuk menumbuhkan kesadaran dan minat bersama. Arsad menekankan bahwa bimtek ini berfungsi sebagai pengantar dan pemantik ketertarikan, sementara pendalaman keilmuan membutuhkan komitmen belajar secara berkelanjutan.
“Kalau ingin ahli, mau tidak mau harus belajar sendiri karena ini baru pancingan,” ujarnya.
Arsad berharap, langkah ini dapat memperluas basis peminat dan pelaku ilmu falak di kalangan generasi muda, sekaligus memastikan keberlanjutan keilmuan hisab rukyat sebagai fondasi penting layanan keagamaan di masa depan. Dengan pendekatan yang relevan dan inklusif, Kemenag menargetkan lahirnya generasi baru ahli falak yang mampu menjawab tantangan zaman.
(rca)
Lihat Juga :