Gus Muhaimin Ungkap Warisan Keilmuan KH Bisri Syansuri: Kesetiaan, Bukan Gegeran
Minggu, 21 Desember 2025 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
"Nyuwun dungo poro rawuh khusus kangge Gus Salam (pengasuh Ponpes Mambaul Maarif Denanyar). Di pundak Gus Salam sakniki terletak nasib Nahdlatul Ulama masa depan. Saestu niki saestu. Abot, kawanane Gus Salam niku abot, diuji, opo bener putune mbah Bisri opo dudu," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, apapun kondisi yang dihadapi organisasi, komitmen untuk tetap setia kepada para kiai dan ulama NU tidak boleh goyah.
“Gak peduli ono geger-geger. Saestu. Sampai mati insyaallah kita semua nderek para kyai NU. Insyaallah terus dados santri Mbah Hasyim, Mbah Bisri, sampai khusnul khotimah. Seng penting kito sedoyo yakin lan istiqomah, tidak pernah goyah atas kondisi apapun,” tegas Gus Muhaimin.
Acara haul dan harlah ini menghadirkan KH. Said Aqil Siroj dan Habib Mustofa bin Muhammad Alaydrus sebagai penceramah. Haul juga menjadi pengingat penting akan peran besar para ulama dalam membangun tradisi keilmuan, kebangsaan, dan keislaman yang moderat, serta memperkuat ikatan batin antara pesantren, alumni, dan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, apapun kondisi yang dihadapi organisasi, komitmen untuk tetap setia kepada para kiai dan ulama NU tidak boleh goyah.
“Gak peduli ono geger-geger. Saestu. Sampai mati insyaallah kita semua nderek para kyai NU. Insyaallah terus dados santri Mbah Hasyim, Mbah Bisri, sampai khusnul khotimah. Seng penting kito sedoyo yakin lan istiqomah, tidak pernah goyah atas kondisi apapun,” tegas Gus Muhaimin.
Acara haul dan harlah ini menghadirkan KH. Said Aqil Siroj dan Habib Mustofa bin Muhammad Alaydrus sebagai penceramah. Haul juga menjadi pengingat penting akan peran besar para ulama dalam membangun tradisi keilmuan, kebangsaan, dan keislaman yang moderat, serta memperkuat ikatan batin antara pesantren, alumni, dan masyarakat luas.
(rca)
Lihat Juga :