Apresiasi Prabowo Bangun Kampung Haji, GP Ansor: Negara Hadir Melayani Umat
Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:09 WIB
loading...
Ketua Umum GP Ansor Addin mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang membangun kampung haji di Mekkah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Kampung Haji di Makkah. Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kenyamanan jemaah Indonesia saat melaksanakan ibadah haji.
Ketua Umum GP Ansor Addin menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis, visioner, dan berpihak langsung pada kepentingan umat, khususnya jemaah haji Indonesia yang setiap tahunnya berjumlah sangat besar.
“Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, dengan lebih dari 240.000 jemaah yang diberangkatkan setiap tahun. Karena itu, penyediaan akomodasi yang layak, aman, dan terjamin menjadi kebutuhan mendesak. Kami mengapresiasi Presiden Prabowo yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kenyamanan jemaah haji melalui kebijakan ini,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Indonesia Beli Hotel dan Tanah 5 Hektare untuk Kampung Haji, Jaraknya 2,5 Km dari Madjidilharam
Menurut Addin, pembangunan kampung haji oleh Danantara atas arahan Presiden Prabowo memiliki manfaat strategis dan jangka panjang bagi jemaah haji Indonesia, antara lain, menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah, terutama jemaah lanjut usia, dengan standar layanan yang lebih terkontrol.
”Kedekatan lokasi hotel dengan pusat ibadah mengurangi kelelahan fisik jemaah dan meningkatkan kekhusyukan beribadah,” katanya.
Baca juga: Prabowo Keluarkan Inpres Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah
Selain itu, efisiensi biaya jangka panjang karena kepemilikan aset sendiri dapat menekan biaya sewa hotel yang selama ini menjadi komponen besar dalam biaya haji. ”Perlindungan dan kepastian layanan, sehingga jemaah tidak bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga,” katanya.
Manfaat lainnya adalah penguatan kemandirian bangsa dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Langkah ini menunjukkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara hadir secara konkret dalam melayani umat. Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi ikhtiar menjaga martabat jemaah haji Indonesia,” tegas Addin.
GP Ansor memandang kebijakan ini sebagai tonggak penting dalam reformasi tata kelola haji Indonesia yang lebih profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan jemaah. “Kami berharap langkah ini membawa keberkahan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” katanya.
Ketua Umum GP Ansor Addin menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis, visioner, dan berpihak langsung pada kepentingan umat, khususnya jemaah haji Indonesia yang setiap tahunnya berjumlah sangat besar.
“Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, dengan lebih dari 240.000 jemaah yang diberangkatkan setiap tahun. Karena itu, penyediaan akomodasi yang layak, aman, dan terjamin menjadi kebutuhan mendesak. Kami mengapresiasi Presiden Prabowo yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kenyamanan jemaah haji melalui kebijakan ini,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Indonesia Beli Hotel dan Tanah 5 Hektare untuk Kampung Haji, Jaraknya 2,5 Km dari Madjidilharam
Menurut Addin, pembangunan kampung haji oleh Danantara atas arahan Presiden Prabowo memiliki manfaat strategis dan jangka panjang bagi jemaah haji Indonesia, antara lain, menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah, terutama jemaah lanjut usia, dengan standar layanan yang lebih terkontrol.
”Kedekatan lokasi hotel dengan pusat ibadah mengurangi kelelahan fisik jemaah dan meningkatkan kekhusyukan beribadah,” katanya.
Baca juga: Prabowo Keluarkan Inpres Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah
Selain itu, efisiensi biaya jangka panjang karena kepemilikan aset sendiri dapat menekan biaya sewa hotel yang selama ini menjadi komponen besar dalam biaya haji. ”Perlindungan dan kepastian layanan, sehingga jemaah tidak bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga,” katanya.
Manfaat lainnya adalah penguatan kemandirian bangsa dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Langkah ini menunjukkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara hadir secara konkret dalam melayani umat. Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi ikhtiar menjaga martabat jemaah haji Indonesia,” tegas Addin.
GP Ansor memandang kebijakan ini sebagai tonggak penting dalam reformasi tata kelola haji Indonesia yang lebih profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan jemaah. “Kami berharap langkah ini membawa keberkahan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :