Pemulihan Sumut Pascabencana, BNPB Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Huntara, hingga Infrastruktur
Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, pemerintah telah memetakan kebutuhan 5.974 rumah rusak berat. Rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 2.524 unit kini memasuki tahap identifikasi lahan di beberapa titik seperti Tapanuli Tengah dan Langkat. Khusus untuk wilayah Tapanuli Utara, agenda ground breaking pembangunan hunian dijadwalkan dilaksanakan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12/2025)," ujar Aam, panggilan akrab Abdul Muhari.
Ke depan, percepatan pembangunan huntap akan dilakukan dengan pendekatan holistik, memperhatikan aspek keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak. Pembangunan huntap tidak hanya berorientasi pada percepatan fisik bangunan, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan warga secara menyeluruh.
"Di sisi lain, BNPB juga terus mengintensifkan penanganan darurat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara sebagai bagian dari respons bencana yang komprehensif. Hingga Jumat (19/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 369 jiwa. Fokus utama saat ini adalah percepatan operasi SAR di empat sektor krusial guna mencari 71 orang yang masih dilaporkan hilang," katanya.
Upaya tersebut sejalan dengan percepatan pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak di Sumatera Utara. Tercatat 362 titik gangguan infrastruktur telah diidentifikasi dan ditangani secara bertahap, meski beberapa koridor utama seperti Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru masih memerlukan penanganan intensif.
"Seiring pemulihan infrastruktur, BNPB juga mempercepat distribusi bantuan logistik. Distribusi logistik pada Jumat (19/12/2025) yang disalurkan telah mencapai 9,69 ton mencakup kebutuhan pangan, sanitasi, dan alat evakuasi. Seluruh rumah sakit dan puskesmas di Sumatera Utara beroperasi penuh untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat terdampak," ungkap Aam.
Ke depan, percepatan pembangunan huntap akan dilakukan dengan pendekatan holistik, memperhatikan aspek keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak. Pembangunan huntap tidak hanya berorientasi pada percepatan fisik bangunan, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan warga secara menyeluruh.
"Di sisi lain, BNPB juga terus mengintensifkan penanganan darurat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara sebagai bagian dari respons bencana yang komprehensif. Hingga Jumat (19/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 369 jiwa. Fokus utama saat ini adalah percepatan operasi SAR di empat sektor krusial guna mencari 71 orang yang masih dilaporkan hilang," katanya.
Upaya tersebut sejalan dengan percepatan pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak di Sumatera Utara. Tercatat 362 titik gangguan infrastruktur telah diidentifikasi dan ditangani secara bertahap, meski beberapa koridor utama seperti Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru masih memerlukan penanganan intensif.
"Seiring pemulihan infrastruktur, BNPB juga mempercepat distribusi bantuan logistik. Distribusi logistik pada Jumat (19/12/2025) yang disalurkan telah mencapai 9,69 ton mencakup kebutuhan pangan, sanitasi, dan alat evakuasi. Seluruh rumah sakit dan puskesmas di Sumatera Utara beroperasi penuh untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat terdampak," ungkap Aam.
(jon)
Lihat Juga :