IMIP Jadi Pemicu Pertumbuhan Ritel Modern yang Agresif

Jum'at, 19 Desember 2025 - 15:13 WIB
loading...
IMIP Jadi Pemicu Pertumbuhan...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
MOROWALI - Kehadiran investasi di Kabupaten Morowali terus menjadi landscape pendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah. Salah satu sektor yang diyakini sebagai motor penggerak meningkatnya perekonomian daerah adalah industri mineral logam. Kehadirannya tak hanya menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM, tapi memberikan peluang usaha yang besar bagi sektor ritel modern.

Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Pengembangan Iklim Investasi DPMPTSP Morowali, Abdul Muluk mengatakan, pertumbuhan usaha ritel modern seperti Indomaret dan Alfamidi di Morowali terjadi begitu cepat jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Tercatat di Kabupaten Morowali telah sebanyak 108 unit dan/atau titik, 51 Indomaret dan 57 Alfamidi. Di Bahodopi sendiri ada 60 unit bisnis yang dibangun.

“Bahodopi merupakan pusat konsentrasi waralaba terbesar di Morowali, dengan 55 % dari total waralaba kabupaten ada di daerah itu. Tren 2021 hingga 2024 menunjukkan pertumbuhan ritel modern yang sangat agresif,” kata Abdul Muluk, Kamis (18/12/2025).

Selain Indomaret dan Alfamidi, waralaba lainya juga seperti jaringan restoran cepat saji, minuman dan/atau es krim, ritel perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari. Perkembangan positif jumlah cabang waralaba ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi lokal yang pesat, terutama karena keberadaan industri yang menjadi motor penggerak utama.

Morowali diyakini menjadi pusat industri nikel yang berkembang pesat, menarik investasi besar dan menciptakan lapangan kerja. Pertumbuhan ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan per kapita yang sangat tinggi di Sulawesi. Pendapatan yang lebih tinggi meningkatkan daya beli masyarakat, yang secara langsung memicu permintaan akan produk dan jasa kuliner, termasuk makanan dan minuman dari waralaba.

“Hadirnya IMIP ini tentu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja. Apalagi sebagian dari mereka tentunya adalah masyarakat yang berada di Kabupaten Morowali,” ucapnya.

Ini seperti efek domino. Industri berkembang, ritel modern bermunculan, lapangan pekerjaan tercipta, pada akhirnya meningkatkan pendapatan bagi daerah. Usaha waralaba secara tidak langsung berkontribusi pada retribusi, karena retribusi adalah pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah, seperti retribusi kebersihan. Namun, kontribusi usaha waralaba terhadap pendapatan daerah ada pajak-pajak lain yang dikenakan, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk properti yang digunakan. Secara umum, usaha waralaba merupakan objek dari pajak, baik pajak pusat maupun pajak daerah, dan tidak termasuk dalam sektor retribusi daerah.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Ekosistem UMKM untuk...
Ekosistem UMKM untuk Tumbuh dan Kembang
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Wamenkomdigi Tinjau...
Wamenkomdigi Tinjau MBG Swasta, Teknologi Kawal Makanan Aman dari UMKM ke Sekolah
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Rekomendasi
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved