Dokter Tifa: Ijazah Jokowi Baru Muncul Jam 23.00 setelah Kami Dianggap Kelelahan
Rabu, 17 Desember 2025 - 07:43 WIB
loading...
Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma mengungkapkan bahwa ijazah Jokowi ditunjukkan penyidik Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus pada pukul 23.00 WIB, Senin (15/12/2025). Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa mengungkapkan bahwa ijazah Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) ditunjukkan penyidik Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus pada pukul 23.00 WIB, Senin (15/12/2025). Tifa curiga hal tersebut agar pihaknya tidak mampu untuk melakukan pengkajian.
“Ijazah itu baru muncul jam berapa? Jam 11. Jam 23 setelah kami dianggap kelelahan. Ya, ini behavioral intelligence ini ya. Itu inteligensi behavioral perilaku ya,” kata Tifa dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
“Sehingga apa? Diharapkan bahwa kami sudah tidak lagi mampu untuk menyerap secara kognitif ya, kami tidak mampu untuk melakukan pengkajian,” sambungnya.
Baca juga: Dokter Tifa: Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi Ilusi Transparansi
Namun, Tifa mengaku dirinya bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo memiliki foto memori atau kemampuan memori. “Jadi kami lihat oke mana item-item yang penting buat kami untuk bisa kami lakukan penelitian nanti pengkajian selanjutnya,” katanya.
Sementara itu, Roy Suryo menyebut bahwa gelar perkara khusus yang dilakukan di Polda Metro Jaya pada Senin kemarin membongkar dua kebohongan terkait ijazah Jokowi. Ia menilai, kebohongan terungkap lantaran penyidik Polda Metro Jaya mengaku telah menyita ijazah Jokowi sejak 23 Juli 2025.
"Kami mau menunjukkan apa yang kami sita sejak tanggal 23 Juli 2025, itu kata-katanya. Dari situ saja sudah timbul dua kebohongan," kata Roy Suryo dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
Roy menjelaskan, kebohongan pertama, saat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku telah ditunjukkan ijazah Jokowi saat berkunjung ke Solo pada Oktober 2025. Saat itu, kata Roy, Budi Arie menyebut ijazah Jokowi asli.
Dia menilai, keterangan Budi Arie tersebut adalah kebohongan. Sebab, ijazah Jokowi telah disita penyidik Polda Metro Jaya sejak 23 Juli 2025. "Kebohongan pertama ada orang yang katanya datang ke Solo setelah keluar bilang, 'Saya ditunjukkan ijazahnya, asli, asli, asli'," ujar Roy.
Kebohongan kedua, lanjut Roy, hasil scan ijazah Jokowi yang ditunjukkan ke publik pada 19 dan 25 November 2025. Tetapi, dia tidak secara gamblang menyebut sosok yang mengaku memiliki scan ijazah Jokowi tersebut.
"Kedua adalah orang yang tanggal 19 dan 25 November lalu bilang, 'Ini scan asli ijazah Jokowi'. Kapan scan-nya kalau 23 Juli itu sudah disita oleh kepolisian dan disegel," pungkasnya.
“Ijazah itu baru muncul jam berapa? Jam 11. Jam 23 setelah kami dianggap kelelahan. Ya, ini behavioral intelligence ini ya. Itu inteligensi behavioral perilaku ya,” kata Tifa dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
“Sehingga apa? Diharapkan bahwa kami sudah tidak lagi mampu untuk menyerap secara kognitif ya, kami tidak mampu untuk melakukan pengkajian,” sambungnya.
Baca juga: Dokter Tifa: Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi Ilusi Transparansi
Namun, Tifa mengaku dirinya bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo memiliki foto memori atau kemampuan memori. “Jadi kami lihat oke mana item-item yang penting buat kami untuk bisa kami lakukan penelitian nanti pengkajian selanjutnya,” katanya.
Sementara itu, Roy Suryo menyebut bahwa gelar perkara khusus yang dilakukan di Polda Metro Jaya pada Senin kemarin membongkar dua kebohongan terkait ijazah Jokowi. Ia menilai, kebohongan terungkap lantaran penyidik Polda Metro Jaya mengaku telah menyita ijazah Jokowi sejak 23 Juli 2025.
"Kami mau menunjukkan apa yang kami sita sejak tanggal 23 Juli 2025, itu kata-katanya. Dari situ saja sudah timbul dua kebohongan," kata Roy Suryo dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
Roy menjelaskan, kebohongan pertama, saat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku telah ditunjukkan ijazah Jokowi saat berkunjung ke Solo pada Oktober 2025. Saat itu, kata Roy, Budi Arie menyebut ijazah Jokowi asli.
Dia menilai, keterangan Budi Arie tersebut adalah kebohongan. Sebab, ijazah Jokowi telah disita penyidik Polda Metro Jaya sejak 23 Juli 2025. "Kebohongan pertama ada orang yang katanya datang ke Solo setelah keluar bilang, 'Saya ditunjukkan ijazahnya, asli, asli, asli'," ujar Roy.
Kebohongan kedua, lanjut Roy, hasil scan ijazah Jokowi yang ditunjukkan ke publik pada 19 dan 25 November 2025. Tetapi, dia tidak secara gamblang menyebut sosok yang mengaku memiliki scan ijazah Jokowi tersebut.
"Kedua adalah orang yang tanggal 19 dan 25 November lalu bilang, 'Ini scan asli ijazah Jokowi'. Kapan scan-nya kalau 23 Juli itu sudah disita oleh kepolisian dan disegel," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :