Dokter Tifa: Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi Ilusi Transparansi
Rabu, 17 Desember 2025 - 06:50 WIB
loading...
Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma menyebut gelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (15/12/2025) sebuah ilusi transparansi. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa menyebut gelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (15/12/2025) sebuah ilusi transparansi atau transparansi yang bersifat ilutif. Dia mengatakan, ijazah Jokowi ditampilkan Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus tersebut.
“Tetapi dalam sebuah situasi yang tidak ideal, kami tidak boleh meraba, tidak boleh memegang, tidak boleh menyentuh,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
“Bahkan kami hanya ditunjukkan hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit saja. Ya, itulah yang namanya ilusi transparansi,” sambung Dokter Tifa.
Baca juga: Polisi Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi, Dokter Tifa: Kita Dipaksa Percaya
Menurut dia, lima menit bukan waktu yang cukup lama. Sebab, sekian puluh orang hadir dalam gelar perkara khusus tersebut.
“Bayangkan ya puluhan kepala beradu jadi satu untuk melihat objek satu objek ya dan diberikan waktu yang singkat, itulah disebut sebagai ilusi transparansi,” tuturnya.
Sementara itu, Roy Suryo menyebut bahwa gelar perkara khusus yang dilakukan di Polda Metro Jaya pada Senin kemarin membongkar dua kebohongan terkait ijazah Jokowi. Ia menilai, kebohongan terungkap lantaran penyidik Polda Metro Jaya mengaku telah menyita ijazah Jokowi sejak 23 Juli 2025.
"Kami mau menunjukkan apa yang kami sita sejak tanggal 23 Juli 2025, itu kata-katanya. Dari situ saja sudah timbul dua kebohongan," kata Roy Suryo dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
Roy menjelaskan, kebohongan pertama, saat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku telah ditunjukkan ijazah Jokowi saat berkunjung ke Solo pada Oktober 2025. Saat itu, kata Roy, Budi Arie menyebut ijazah Jokowi asli.
Dia menilai, keterangan Budi Arie tersebut adalah kebohongan. Sebab, ijazah Jokowi telah disita penyidik Polda Metro Jaya sejak 23 Juli 2025. "Kebohongan pertama ada orang yang katanya datang ke Solo setelah keluar bilang, 'Saya ditunjukkan ijazahnya, asli, asli, asli'," ujar Roy.
Kebohongan kedua, lanjut Roy, hasil scan ijazah Jokowi yang ditunjukkan ke publik pada 19 dan 25 November 2025. Tetapi, dia tidak secara gamblang menyebut sosok yang mengaku memiliki scan ijazah Jokowi tersebut.
"Kedua adalah orang yang tanggal 19 dan 25 November lalu bilang, 'Ini scan asli ijazah Jokowi'. Kapan scan-nya kalau 23 Juli itu sudah disita oleh kepolisian dan disegel," pungkasnya.
“Tetapi dalam sebuah situasi yang tidak ideal, kami tidak boleh meraba, tidak boleh memegang, tidak boleh menyentuh,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
“Bahkan kami hanya ditunjukkan hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit saja. Ya, itulah yang namanya ilusi transparansi,” sambung Dokter Tifa.
Baca juga: Polisi Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi, Dokter Tifa: Kita Dipaksa Percaya
Menurut dia, lima menit bukan waktu yang cukup lama. Sebab, sekian puluh orang hadir dalam gelar perkara khusus tersebut.
“Bayangkan ya puluhan kepala beradu jadi satu untuk melihat objek satu objek ya dan diberikan waktu yang singkat, itulah disebut sebagai ilusi transparansi,” tuturnya.
Sementara itu, Roy Suryo menyebut bahwa gelar perkara khusus yang dilakukan di Polda Metro Jaya pada Senin kemarin membongkar dua kebohongan terkait ijazah Jokowi. Ia menilai, kebohongan terungkap lantaran penyidik Polda Metro Jaya mengaku telah menyita ijazah Jokowi sejak 23 Juli 2025.
"Kami mau menunjukkan apa yang kami sita sejak tanggal 23 Juli 2025, itu kata-katanya. Dari situ saja sudah timbul dua kebohongan," kata Roy Suryo dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (26/12/2025).
Roy menjelaskan, kebohongan pertama, saat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku telah ditunjukkan ijazah Jokowi saat berkunjung ke Solo pada Oktober 2025. Saat itu, kata Roy, Budi Arie menyebut ijazah Jokowi asli.
Dia menilai, keterangan Budi Arie tersebut adalah kebohongan. Sebab, ijazah Jokowi telah disita penyidik Polda Metro Jaya sejak 23 Juli 2025. "Kebohongan pertama ada orang yang katanya datang ke Solo setelah keluar bilang, 'Saya ditunjukkan ijazahnya, asli, asli, asli'," ujar Roy.
Kebohongan kedua, lanjut Roy, hasil scan ijazah Jokowi yang ditunjukkan ke publik pada 19 dan 25 November 2025. Tetapi, dia tidak secara gamblang menyebut sosok yang mengaku memiliki scan ijazah Jokowi tersebut.
"Kedua adalah orang yang tanggal 19 dan 25 November lalu bilang, 'Ini scan asli ijazah Jokowi'. Kapan scan-nya kalau 23 Juli itu sudah disita oleh kepolisian dan disegel," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :