KBM Unindra Tekankan Kesejahteraan Guru dan Dosen sebagai Fondasi Mutu Pendidikan
Selasa, 16 Desember 2025 - 11:28 WIB
loading...
Pentingnya jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik baik guru sekolah maupun dosen sebagai fondasi dalam membangun pendidikan yang bermutu. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menegaskan pentingnya jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik baik guru sekolah maupun dosen sebagai fondasi dalam membangun pendidikan yang bermutu. Kesimpulan itu menjadi saripati dari diskusi dan forum akademik yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unindra di Kampus B Unindra, Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Forum akademik KBM Unindra mengangkat tema “Membangun Kesejahteraan Guru dan Dosen sebagai Kunci Pendidikan dan Teruskan Program Pendidikan yang Pernah Berjalan” diikuti dosen, mahasiswa, serta undangan terkait dengan total peserta sebanyak 37 orang.
Baca juga: Kesejahteraan Guru, Menjadi Prioritas?
Pembicara dalam diskusi ini yakni Haryanto (Wakil Dekan FIPPS Unindra) dan Randi Azi Baidilah (Pengamat Pendidikan). Kedua pembicara menegaskan bahwa kualitas pendidikan nasional sangat ditentukan oleh peran strategis guru dan dosen.
"Guru dan dosen adalah ujung tombak pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter peserta didik," ujar Haryanto.
Para pembicara juga menjelaskan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun psikologis adalah prasyarat utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, peserta membahas pentingnya kesejahteraan guru dan dosen yang tidak hanya terbatas pada peningkatan gaji dan tunjangan, juga mencakup kepastian karier, perlindungan kerja, pengurangan beban administrasi, serta dukungan pengembangan profesional berkelanjutan.
"Peningkatan kesejahteraan berbanding lurus dengan motivasi kerja, kinerja akademik, dan kualitas proses pembelajaran," kata Haryanto.
Diskusi juga menyoroti urgensi keberlanjutan program-program pendidikan yang telah berjalan dan terbukti memberikan dampak positif seperti Program Kampus Merdeka.
Peserta sepakat bahwa keberlanjutan program pendidikan harus didukung oleh kebijakan yang konsisten, evaluasi akademik yang komprehensif, serta keterlibatan aktif guru dan dosen dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program.
Sebagai hasil diskusi, forum akademik KBM Unindra merekomendasikan agar institusi pendidikan berperan aktif sebagai mediator antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil tenaga pendidik.
Ditekankan pula perlunya pembentukan tim kajian untuk merumuskan usulan peningkatan kesejahteraan secara detail serta penyusunan peta jalan (roadmap) evaluasi dan pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan.
Forum akademik KBM Unindra mengangkat tema “Membangun Kesejahteraan Guru dan Dosen sebagai Kunci Pendidikan dan Teruskan Program Pendidikan yang Pernah Berjalan” diikuti dosen, mahasiswa, serta undangan terkait dengan total peserta sebanyak 37 orang.
Baca juga: Kesejahteraan Guru, Menjadi Prioritas?
Pembicara dalam diskusi ini yakni Haryanto (Wakil Dekan FIPPS Unindra) dan Randi Azi Baidilah (Pengamat Pendidikan). Kedua pembicara menegaskan bahwa kualitas pendidikan nasional sangat ditentukan oleh peran strategis guru dan dosen.
"Guru dan dosen adalah ujung tombak pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter peserta didik," ujar Haryanto.
Para pembicara juga menjelaskan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun psikologis adalah prasyarat utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, peserta membahas pentingnya kesejahteraan guru dan dosen yang tidak hanya terbatas pada peningkatan gaji dan tunjangan, juga mencakup kepastian karier, perlindungan kerja, pengurangan beban administrasi, serta dukungan pengembangan profesional berkelanjutan.
"Peningkatan kesejahteraan berbanding lurus dengan motivasi kerja, kinerja akademik, dan kualitas proses pembelajaran," kata Haryanto.
Diskusi juga menyoroti urgensi keberlanjutan program-program pendidikan yang telah berjalan dan terbukti memberikan dampak positif seperti Program Kampus Merdeka.
Peserta sepakat bahwa keberlanjutan program pendidikan harus didukung oleh kebijakan yang konsisten, evaluasi akademik yang komprehensif, serta keterlibatan aktif guru dan dosen dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program.
Sebagai hasil diskusi, forum akademik KBM Unindra merekomendasikan agar institusi pendidikan berperan aktif sebagai mediator antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil tenaga pendidik.
Ditekankan pula perlunya pembentukan tim kajian untuk merumuskan usulan peningkatan kesejahteraan secara detail serta penyusunan peta jalan (roadmap) evaluasi dan pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan.
(jon)
Lihat Juga :