Istri Arya Daru Minta Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Kematian Suaminya

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:52 WIB
loading...
Istri Arya Daru Minta...
Istri Arya Daru Pangayunan, Meta Ayu Puspitantri meminta Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas kematian suaminya saat diwawancarai Sindonews yang dikutip, Selasa (16/12/2025). Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Istri Arya Daru Pangayunan , Meta Ayu Puspitantri meminta Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas kematian suaminya. Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru meninggal dalam kondisi wajah dan kepala terlilit lakban di kamar kosnya kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

“Kami meminta pembentukan tim investigasi independen di bawah presiden,” ujar Pita, sapaan akrab Meta Ayu Puspitantri saat diwawancarai Sindonews yang dikutip, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Terungkap! Arya Daru dan Vara Check-in di Hotel Sebanyak 24 Kali

Dia juga mendesak polisi segera mengungkap kasus kematian Arya Daru tanpa ada yang ditutupi lagi. "Sebetulnya ada apa, kami minta dari keluarga transparansi mau dibuka, buka saja. Ibaratnya kalau mau bicara aib, Mas Daru sudah tidak ada, kami hanya mengupayakan, memperjuangkan keadilan," ucap Pita.

Bahkan, dia sangat siap menerima fakta dari pihak kepolisian. "Setelah beberapa bulan ini polisi masih menyatakan aib dan penekanan itu ditekankan ke saya sebagai istri dan apalagi ke ayah mertua saya, karena kami nggak apa-apa, silakan dibuka sejelas-jelasnya, dibuka setransparannya," ujarnya.

Pita juga telah mengetahui dan tidak kaget atas pernyataan pihak kepolisian bahwa Arya Daru check in 24 kali bersama Vara di hotel kawasan Jakarta. "Sebetulnya kami dari keluarga sudah tahu dari tanggal 28 Juli via Zoom disampaikan polisi, sehingga hal ini bukan suatu hal baru," katanya.

Dia juga melihat bukti Arya Daru check in di hotel. "Kemudian ada informasi-informasi lain terkait zat yang ada di tubuh suami saya, posisi dan barang-barang bukti, kemudian pergeseran CCTV, hal-hal seperti itu," ungkapnya.

Pita pun mengenal Vara yang merupakan rekan kerja Daru di Kemenlu. "Kalau kenal secara personal tidak ya, tapi Mas Daru beberapa kali pernah bercerita mengenai pekerjaannya," katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga mendiang Arya Daru, Nicholay Aprilindo mengatakan, seluruh bukti kematian Arya Daru telah dikantongi pihak kepolisian. Pengungkapan kematian Arya Daru hanya menunggu keberanian polisi.

Seluruh bukti itu mulai percakapan telepon hingga chat WhatsApp di ponsel maupun di laptop telah dipegang aparat kepolisian. "Sebenarnya bukti-bukti itu sudah ada, tidak ada bukti baru. Tidak perlu lagi mencari bukti baru, tapi bukti-bukti itu sudah ada baik di percakapan by phone, chatting WA, dan sebagainya maupun di laptop yang bersangkutan serta olah TKP," ujar Nicholay di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).

Menurut dia, pengungkapan pelaku pembunuhan Arya Daru hanya menunggu keberanian aparat kepolisian. "Sebenarnya ada, tinggal sekarang pihak kepolisian mau tidak, berani tidak, jujur tidak untuk mengungkap ini? Ini menyangkut nyawa manusia," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, ada sejumlah fakta yang mesti dijaga karena menyangkut privasi Arya Daru. "Ada privasi yang harus kita jaga. Apakah kita akan menjadi orang yang selalu mengungkap aibnya orang lain? Ini harus kita jaga bersama," ujarnya.

"Kami akan berkoordinasi dengan keluarga inti. Apakah keluarga inti sudah siap menerima apa yang menjadi temuan penyidik? Ini kan harus disampaikan," sambungnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Berita Terkini
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Infografis
Maung Garuda Mobil Pilihan...
Maung Garuda Mobil Pilihan Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved